Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menhaj Ungkap Penempatan Tenda Jemaah Haji Berbasis Nama
Oleh : Saibansah
Jum\'at | 22-05-2026 | 10:28 WIB
tenda-haji.jpg Honda-Batam
Menhaj Gus Irfan didampingi Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, Amirul Hajj Muhaimin Iskandar, Dubes RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Wamenag RI Romo Muhammad Syafi'i dan Muhadjir Effendy. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Pemerintah memastikan pelaksanaan fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 akan dilakukan lebih tertib dan terencana.

Salah satu langkah yang disiapkan ialah penempatan tenda jemaah dengan sistem penandaan kloter hingga berbasis nama (by name) untuk mencegah penumpukan di lokasi tertentu.

Demikian ungkap Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim usai rapat Amirul Hajj di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Kamis (21/5/2026).

Saat menyampaikan keterangan persnya kepada Tim MCH (Media Center Haji) PPIH Arab Saudi 2026 itu, Gus Irfan didampingi Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, Amirul Hajj yang juga Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Dubes RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Wamenag RI Romo Muhammad Syafi'i dan Amirul Hajj yang juga Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji Muhajir Efendi.

Gus Irfan mengatakan seluruh skenario pergerakan jemaah haji telah disusun secara ketat, mulai dari keberangkatan dari hotel menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah, hingga mobilisasi ke Muzdalifah dan Mina.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Irfan itu, pengaturan tersebut dilakukan guna menghindari kepadatan, baik di hotel maupun di jalur pergerakan jemaah selama puncak ibadah haji berlangsung.

"Jadwal sudah diatur secara ketat agar tidak terjadi penumpukan, baik di hotel maupun selama perjalanan," ujar Gus Irfan.

Selain pengaturan mobilitas, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap kesiapan tenda di Arafah dan Mina. Gus Irfan menyebut setiap tenda telah dipersiapkan secara rinci, tidak hanya berdasarkan kelompok terbang (kloter), tetapi juga mulai menggunakan sistem by name agar distribusi jemaah lebih tertata.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad menekankan pentingnya koordinasi dalam penempatan tenda jemaah. Ia berkaca pada pengalaman penyelenggaraan haji tahun sebelumnya yang sempat menghadapi persoalan penempatan tenda di Arafah dan Mina.

Menurut Abdul Aziz, pada pelaksanaan haji sebelumnya sempat terjadi kondisi ketika tenda yang seharusnya ditempati sejumlah kloter justru digunakan pihak lain akibat lemahnya koordinasi di lapangan. "Penempatan tenda di Arafah memang pernah menjadi tantangan karena kurangnya koordinasi," katanya.

Meski demikian, ia menyebut pemerintah Arab Saudi tetap menyediakan tenda yang layak bagi jemaah Indonesia. Pengalaman tersebut, lanjut dia, menjadi pelajaran penting agar koordinasi antar petugas semakin diperkuat pada penyelenggaraan haji tahun ini.

Pemerintah berharap pengaturan yang lebih rinci, termasuk sistem penempatan berbasis nama, dapat membuat pelaksanaan Armuzna 2026 berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

Editor: Dardani