Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jelang Puncak Haji Layanan Bus Shalawat Dihentikan Sementara
Oleh : Saibansah
Kamis | 21-05-2026 | 09:28 WIB
berita_bus_shalawat.jpg Honda-Batam
Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi untuk musim haji 2026, Syarif Rahman. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Makkah - Layanan bus shalawat bagi jemaah haji Indonesia menuju Masjidil Haram akan dihentikan sementara mulai 5 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

Penghentian sementara layanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan operasional puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Demikian ungkap Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk musim haji 2026, Syarif Rahman kepada Tim MCH (Media Center Haji) di Makkah, Rabu (20/5/2026).

"Layanan bus shalawat yang diberikan kepada jemaah haji untuk salat ke Masjidil Haram akan berhenti sementara pada tgl 5 Dzulhijjah atau 22 Mei pukul 18.00 WAS (waktu Arab Saudi)," ujar Syarif Rahman.

Untuk itu, lanjutnya, PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah agar sementara waktu melaksanakan ibadah di mushola atau masjid sekitar hotel masing-masing, terutama karena penghentian layanan bertepatan dengan pelaksanaan Shalat Jumat.

Jemaah juga diminta tidak memaksakan diri menuju Masjidil Haram di tengah meningkatnya kepadatan menjelang puncak haji.

"Layanan bus shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada 14 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau sekitar pukul 01.00 waktu Arab Saudi setelah fase Armuzna selesai," tambah Syarif Rahman.

Meski demikian, PPIH memastikan layanan transportasi tetap disediakan bagi jemaah gelombang pertama yang akan kembali ke Tanah Air dan membutuhkan akses untuk melaksanakan tawaf ifadah maupun tawaf wada' (tawaf perpisahan).

Dengan layanan tersebut, jemaah tidak perlu berjalan kaki atau menggunakan taksi menuju Masjidil Haram.

Selain itu, PPIH juga menyiapkan armada khusus bagi kloter akhir yang diperkirakan tiba di Makkah setelah 22 Mei 2026 untuk melaksanakan umrah wajib.

"Sekitar 30 armada bus disiapkan untuk melayani enam hingga sepuluh kloter terakhir yang tiba di Makkah. Armada tersebut terdiri atas bus reguler dan bus khusus bagi jemaah lanjut usia serta pengguna kursi roda," ungkap Syarif Rahman.

PPIH juga merencanakan penggunaan tiga terminal keberangkatan, yakni Terminal Syib Amir untuk kawasan Syisyah dan Raudhah, terminal wilayah Jarwal-Jabal Kabah-Misfalah, serta terminal Ajyad.

Dalam persiapan Armuzna, PPIH bersama otoritas terkait telah menyusun jadwal pergerakan sekitar 520 kloter menuju Arafah.

Keberangkatan pertama dijadwalkan dimulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Jemaah diminta mempersiapkan perlengkapan enam jam sebelum keberangkatan, mengenakan pakaian ihram tiga jam sebelumnya, dan sudah berada di lobi hotel satu jam sebelum jadwal keberangkatan.

PPIH menilai kepatuhan terhadap jadwal tersebut menjadi kunci kelancaran pergerakan jemaah menuju Armuzna.

Selain itu, pola pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina juga telah diatur melalui skema khusus, termasuk jalur murur dan taraddudi yang akan dijalankan secara terpisah.

"Pergerakan jemaah akan berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.00 waktu Arab Saudi dengan target layanan sekitar 160.000 jemaah,"

Menjelang puncak ibadah haji, PPIH mengimbau jemaah menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan selama menjalankan ibadah.

Petugas juga diminta memprioritaskan layanan bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan sesuai tema penyelenggaraan haji tahun ini yang mengusung layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.

Editor: Dardani