Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sampah Menggunung di Sejumlah Perumahan, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemko Batam Jalankan Program Prioritas
Oleh : Aldy
Rabu | 13-05-2026 | 10:28 WIB
sampah-numpuk2.jpg Honda-Batam
Tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut bahkan memunculkan bau menyengat menyerupai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sejumlah kawasan permukiman warga Batam Center. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Di tengah gencarnya promosi investasi dan pembangunan yang terus digaungkan Pemerintah Kota Batam, persoalan sampah justru menjadi ironi yang semakin nyata dirasakan masyarakat.

Masalah klasik --yang bahkan masuk dalam 15 program prioritas Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra-- itu hingga kini dinilai belum menunjukkan solusi konkret di lapangan.

Di sejumlah kawasan permukiman, tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut bahkan memunculkan bau menyengat menyerupai Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut memicu keresahan warga dan menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan mendasar kebersihan kota.

Berbagai program memang telah diumumkan pemerintah, mulai dari penambahan bin kontainer, pengadaan armada truk sampah, perbaikan TPA, hingga wacana pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. Pemerintah juga rutin mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Namun, realitas di lapangan justru dinilai bertolak belakang dengan gaung program yang disampaikan.

Keluhan soal lambannya pengangkutan sampah kini terdengar di berbagai sudut Kota Batam, terutama saat musim penghujan. Tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan aroma tak sedap yang mengganggu aktivitas warga.

Pantauan di kawasan Perumahan Botania Garden menunjukkan tumpukan sampah menggunung hingga meluber ke badan jalan. Di area ruko, sampah bahkan terlihat menumpuk hanya sekitar 10 meter dari deretan tempat usaha warga.

Sepanjang jalan utama kawasan tersebut, sampah tampak memenuhi sejumlah titik lingkungan. Sementara di area permukiman, banyak pekarangan rumah dipenuhi kantong sampah yang belum diangkut.

Kondisi itu dinilai kontras dengan visi Indonesia "ASRI" yang selama ini digaungkan Presiden Prabowo Subianto, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Warga mengaku mulai frustrasi dengan kondisi tersebut. Sebagian bahkan memilih membuang sampah secara mandiri karena pengangkutan dinilai terlalu lama. "Sampah dah pusing kita lihatnya. Sudah dua pekan tak diangkat. Saya carter pick-up bawa sampah ke pembuangan. Buangnya pun kami bingung mau ke mana. Niat kita baik, nanti salah pula ujungnya kalau tak pada tempatnya," ujar Ucok, warga Botania Garden, Rabu (13/5/2026).

Selain mengganggu kenyamanan, tumpukan sampah di tengah musim hujan juga memunculkan kekhawatiran soal kesehatan lingkungan. Sampah yang membusuk berpotensi menjadi sumber penyakit dan memicu berkembangnya lalat, tikus, hingga pencemaran udara akibat bau menyengat.

Keluhan serupa disampaikan Riana, warga lainnya di kawasan tersebut. Ia menilai pelayanan pengangkutan sampah saat ini jauh lebih lambat dibanding periode sebelumnya. "Dah bau kali perumahan kita ini. Malahan zaman Pak Rudi, sampah itu lima hari sudah diangkat," katanya dengan nada kesal.

Buruknya pengelolaan sampah juga mulai berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Para pelaku usaha di kawasan ruko Botania Garden mengaku pelanggan mulai terganggu dengan aroma sampah yang menyebar hingga ke depan tempat usaha mereka.

"Kita usaha kedai kopi, jual makanan, banyak yang sarapan. Tapi kalau banyak sampah depan usaha kami kan sangat terganggu. Bau, ulat-ulat sudah ke mana-mana," ujar Joni, pemilik usaha kuliner di kawasan tersebut.

Kondisi ini menjadi sorotan bagi Batam yang selama ini diposisikan sebagai kota modern, pusat industri, perdagangan, dan investasi nasional. Di satu sisi pembangunan terus dipromosikan, namun di sisi lain persoalan dasar seperti pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Persoalan sampah dinilai bukan sekadar menyangkut estetika kota, melainkan juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, hingga citra Batam sebagai daerah tujuan investasi.

Ketika kawasan permukiman berubah kumuh dan sampah meluber hingga ke pusat usaha warga, publik mulai mempertanyakan efektivitas program prioritas pemerintah daerah. Masyarakat menilai slogan kebersihan kota tidak akan berarti apabila persoalan yang dirasakan warga setiap hari tak kunjung mendapat solusi nyata.

Sementara itu, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Iqbal, belum merinci kendala yang menyebabkan terganggunya pengangkutan sampah di sejumlah wilayah. "Mohon maaf atas kendala yang terjadi. Kami tinjau," kata Iqbal melalui pesan singkat, Rabu (13/5/2026).

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: