Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Aparat Saudi Tangkap Lagi WNI Terkait Dugaan Penipuan Haji
Oleh : Saibansah
Selasa | 12-05-2026 | 17:08 WIB
wni-kasus-haji.jpg Honda-Batam
Kepala Daerah Kerja Madinah 2026, Khalilurrahman saat mimpin apel pagi para petugas haji. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Aparat keamanan Arab Saudi kembali menangkap warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat praktik penipuan haji di Makkah. Para pelaku disebut menawarkan layanan haji ilegal melalui media sosial.

Berdasarkan laporan kantor berita Saudi Press Agency (SPA) pada Ahad (10/5/2026), aparat menemukan sejumlah kartu haji palsu beserta perlengkapan yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi penipuan tersebut. Dua WNI yang diamankan kini telah ditahan dan diserahkan kepada kejaksaan untuk menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku di Arab Saudi.

Kasus ini menambah daftar penangkapan WNI terkait pelanggaran penyelenggaraan ibadah haji pada musim haji tahun ini. Sebelumnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah juga mengonfirmasi penangkapan 10 WNI dalam kurun sepekan terakhir.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah 2026, Khalilurrahman, mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak mencoba berangkat haji tanpa visa atau izin resmi haji (tasrih).

Menurut dia, Pemerintah Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan ibadah haji, termasuk menindak tegas jemaah yang tidak memiliki izin resmi.

"Sejak 2023 Saudi sangat ketat. Mereka selalu menyampaikan 'La Hajj Bila Tasreeh', artinya tidak boleh berhaji tanpa izin," ujar Khalilurrahman usai memimpin apel di Sektor 3 Madinah, Senin (11/5/2026) waktu setempat.

Ia menegaskan, pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung pada sanksi berat, termasuk denda dalam jumlah besar.

Karena itu, Khalilurrahman meminta calon jemaah tidak tergiur tawaran haji ilegal yang menjanjikan keberangkatan tanpa prosedur resmi.

"Kami mengimbau kepada jemaah atau calon jemaah agar jangan coba-coba berangkat ke Saudi untuk berhaji tanpa memiliki tasrih haji," katanya.

Editor: Dardani