Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Berbagai Negara Apresiasi Layanan Haji di Bir Ali Madinah
Oleh : Saibansah
Sabtu | 09-05-2026 | 19:09 WIB
Dirjen-PEE-Kemenaj.jpg Honda-Batam
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi saat berdialog dengan petugas PPIH di Sektor Bir Ali. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyebut layanan petugas haji Indonesia di kawasan Bir Ali, Madinah, mendapat perhatian dan apresiasi dari sejumlah negara lain karena dinilai humanis dan responsif terhadap kebutuhan jemaah, khususnya lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi saat melakukan inspeksi di Sektor Bir Ali, Daerah Kerja Madinah, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Jaenal, pelayanan yang diberikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Bir Ali memperoleh apresiasi, baik dari dalam negeri maupun dari pengamat layanan haji negara lain.

"Ketika kami bertemu mitra kerja di DPR RI, mereka menilai pelayanan haji tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya," ujar Jaenal saat berdialog dengan petugas PPIH di Sektor Bir Ali.

Ia menuturkan, salah satu layanan yang mendapat sorotan positif adalah pendampingan jemaah saat mengambil miqat di Bir Ali sebelum melanjutkan perjalanan dari Madinah menuju Makkah untuk menjalankan ibadah umrah.

Jaenal mengatakan, cara petugas Indonesia melayani jemaah disebut menarik perhatian petugas dan jemaah dari negara lain. Menurut dia, pola pelayanan tersebut berpotensi menjadi contoh dalam penyelenggaraan layanan haji internasional.

Pelayanan terhadap jemaah lanjut usia menjadi salah satu aspek yang paling mendapat perhatian. Petugas kerap membantu menggendong jemaah, mendorong kursi roda, hingga memberikan prioritas kepada jemaah lansia dan disabilitas.

Bir Ali sendiri merupakan salah satu titik penting dalam perjalanan ibadah haji dan umrah karena menjadi lokasi pengambilan miqat bagi jemaah yang bergerak dari Madinah menuju Makkah.

Dalam kesempatan itu, Jaenal juga meminta seluruh petugas menjaga kekompakan dan mengutamakan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor tersebut menegaskan pentingnya semangat kebersamaan serta kepedulian antarpersonel demi memastikan kualitas layanan tetap optimal.

Selain itu, ia mengingatkan petugas untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan mengingat suhu udara di Makkah mencapai 41 derajat celsius.

"Petugas harus menjaga stamina dan memastikan asupan makanan tetap terjaga dengan baik," kata dia.

Editor: Dardani