Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kadis Pariwisata Kepri Sayangkan Viral Keluhan WNA Terkait Layanan Imigrasi Sekupang
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 09-05-2026 | 17:28 WIB
Hasan.jpeg Honda-Batam
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan. (Dok BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menyayangkan kembali munculnya keluhan warga negara asing (WNA) terkait pelayanan petugas Imigrasi di Terminal Feri Internasional Sekupang, Batam, yang viral di media sosial.

Menurut Hasan, kejadian tersebut dapat berdampak terhadap citra pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) dan berpotensi memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Terlebih terjadi di Kota Batam yang merupakan pintu masuk utama wisatawan mancanegara di Provinsi Kepri.

"Sudah pasti berpengaruh. Hari ini era digital, media sosial itu sangat masif. Itu yang kita antisipasi," kata Hasan, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Hasan mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Kepri sebelumnya telah melakukan langkah antisipasi sejak munculnya kasus pertama yang viral terkait pelayanan di pintu masuk internasional. Saat itu, Pemprov Kepri langsung menggelar rapat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Mulai dari pihak imigrasi, bea cukai, karantina, pelaku industri pariwisata, pengelola pelabuhan internasional hingga operator kapal turut diundang dalam rapat tersebut.

"Waktu kejadian pertama viral itu, kami langsung follow up dengan rapat lintas sektor. Semua pemangku kepentingan pariwisata kita undang lengkap," ujarnya.

Dari hasil rapat tersebut, kata Hasan, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat pelayanan terhadap wisatawan asing yang masuk ke wilayah Kepri. Komitmen itu bahkan diperkuat melalui surat gubernur yang disampaikan kepada pemerintah kabupaten dan kota.

"Semua sudah punya komitmen bersama. Bahkan hasil rapat itu kita kuatkan lagi melalui surat gubernur kepada bupati dan wali kota," ungkapnya.

Meski demikian, Hasan menyayangkan masih adanya keluhan serupa yang kembali mencuat dan viral di media sosial. Ia menilai seluruh petugas pelayanan di pintu masuk internasional harus tetap mengedepankan pelayanan yang baik dan profesional sesuai prosedur yang berlaku.

"Kita harus menghormati para pelintas atau wisatawan yang datang sepanjang sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," pinta Hasan.

Terkait isu permintaan pembayaran Visa on Arrival (VOA) terhadap warga Singapura yang sempat ramai diperbincangkan, Hasan menegaskan warga negara Singapura termasuk dalam kategori bebas visa untuk masuk ke Indonesia dalam kunjungan tertentu. "Singapura itu termasuk bebas visa. Jadi memang tidak ada VOA untuk kategori tersebut," ujarnya.

Hasan berharap seluruh pemangku kepentingan, khususnya petugas pelayanan di pintu masuk internasional, dapat menjaga komitmen bersama demi menjaga iklim pariwisata Kepri tetap kondusif.

"Gimana pun wisatawan ini salah satu penyumbang perputaran ekonomi daerah. Jadi pelayanan yang baik harus benar-benar dijaga," katanya.

Editor: Yudha