Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Investasi India di Batam Tembus Rp 258,6 Miliar, Ekspor Kuartal I-2026 Capai USD5 21,6 Juta
Oleh : Redaksi/Alex
Sabtu | 09-05-2026 | 16:08 WIB
Fary-Ravi.jpg Honda-Batam
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, saat bertemu Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, membahas penguatan kerja sama investasi dan perdagangan Batam-India, Jumat (8/5/2026). (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Hubungan ekonomi Batam dan India terus menunjukkan tren penguatan di tengah persaingan investasi kawasan Asia Tenggara. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat nilai investasi India di Batam sepanjang periode 2016 hingga 2025 mencapai Rp 258,6 miliar, dengan realisasi tertinggi terjadi pada 2025 sebesar Rp 95,2 miliar.

Tak hanya itu, India kini menjelma sebagai salah satu pasar ekspor utama Batam. Pada kuartal I-2026, nilai ekspor Batam ke India mencapai USD 521,6 juta atau berkontribusi sebesar 11,14 persen terhadap total ekspor Batam.

Penguatan kerja sama ekonomi tersebut menjadi fokus pertemuan Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, dengan Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan itu dilakukan untuk memperluas komunikasi strategis sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di sektor industri, perdagangan, dan investasi.

Fary mengatakan tren peningkatan investasi dan perdagangan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan dunia usaha India terhadap Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional. "Berdasarkan data BP Batam, nilai investasi India di Batam sepanjang periode 2016 hingga 2025 telah mencapai Rp 258,6 miliar, dengan realisasi tertinggi terjadi pada 2025 sebesar Rp 95,2 miliar," ujar Fary.

Menurut dia, India kini menjadi salah satu mitra strategis Batam, baik dari sisi pengembangan industri maupun penguatan perdagangan ekspor. "Pada kuartal I-2026, nilai ekspor Batam ke India mencapai USD 521,6 juta atau menyumbang 11,14 persen dari total ekspor Batam. Ini menunjukkan hubungan dagang kedua pihak berkembang cukup signifikan," katanya.

Capaian tersebut menempatkan India sebagai negara tujuan ekspor terbesar ketiga bagi Batam setelah sejumlah negara mitra dagang utama lainnya.

Fary menambahkan, BP Batam saat ini fokus memperkuat ekosistem investasi melalui pengembangan kawasan industri, logistik, dan perdagangan internasional guna menjaga daya saing Batam di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sejumlah sektor dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama investor India, mulai dari manufaktur, energi terbarukan, industri maritim, hingga penguatan rantai pasok berbasis ekspor. "India adalah mitra strategis dengan potensi besar bagi pengembangan industri dan perdagangan kami. Pertumbuhan investasi dan volume perdagangan ini mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha India terhadap daya saing Batam," ujar Fary.

Sementara itu, Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, menilai Batam memiliki daya tarik kuat bagi investor internasional karena posisi geografisnya yang berdekatan dengan Singapura serta didukung status Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

"Batam adalah salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Keunggulan geografis yang dekat dengan Singapura, kepemimpinan yang kuat, serta kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas menjadi daya tarik utama bagi investor," kata Ravi.

Ia mengatakan India memandang Indonesia, termasuk Batam, sebagai mitra strategis dalam memperluas jaringan industri dan perdagangan kawasan.

Sebagai tindak lanjut, BP Batam dan Konsulat India sepakat menggelar forum presentasi bisnis secara hibrida yang mempertemukan pengelola kawasan industri Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.

Forum tersebut diharapkan dapat memperluas promosi investasi sekaligus memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor secara lebih rinci melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS).

Langkah diplomasi ekonomi itu dinilai penting untuk memperkuat posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pusat industri yang kompetitif di Asia Tenggara, terutama dalam menghadapi persaingan perebutan investasi asing di kawasan regional.

Editor: Gokli