Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Cegah Narkoba, Rutan Tanjungpinang dan BNN Edukasi WBP Lewat Sosialisasi Interaktif
Oleh : Devi Handiani
Jum\'at | 08-05-2026 | 19:28 WIB
Rutan-TPi.jpg Honda-Batam
Rutan bersama BNN Tanjungpinang sosalisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada puluhan WBP. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Upaya menciptakan rutan yang bersih dari narkoba terus digencarkan Rumah Tahanan Negara Kelas I Tanjungpinang bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang menggelar Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di aula rutan yang diikuti puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat (8/5/2026). 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang sudah dicanangkan sebelumnya. Selain sosialisasi, Rutan Tanjungpinang juga telah melaksanakan razia kamar hunian dan tes urine sebagai bentuk deteksi dini peredaran narkoba di dalam rutan.

Turut memantau jalannya kegiatan, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Tanjungpinang, Surya Kusuma; Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Dedi Kurniawan; serta Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan, Agus Setiawan.

Membuka acara, Surya Kusuma menekankan bahwa sosialisasi ini jadi bekal penting bagi WBP. 

“Melalui kegiatan ini kami berharap para warga binaan dapat memahami dampak buruk narkoba, baik bagi kesehatan, kehidupan sosial, maupun masa depan, sehingga dapat menjadi bekal untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tegas Surya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Dedi Kurniawan, berpesan agar WBP benar-benar memanfaatkan masa pembinaan. 

“Semoga setelah mengikuti pembinaan dan sosialisasi ini, seluruh warga binaan dapat memiliki komitmen untuk tidak kembali jatuh pada penyalahgunaan narkoba,” kata Dedi.

Ade Ningrat, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama BNN Kota Tanjungpinang, menjadi narasumber utama. Ia memaparkan jenis-jenis narkoba yang marak beredar, efek kecanduan, hingga sanksi hukum bagi pengguna dan pengedar.

“Yang paling penting adalah membangun kesadaran dari dalam diri. Lingkungan rutan harus steril dari narkoba, dan itu butuh peran semua pihak, termasuk warga binaan sendiri,” jelas Ade di hadapan WBP.

Sesi diskusi berlangsung hidup. Banyak WBP yang aktif bertanya soal dampak kesehatan jangka panjang hingga cara rehabilitasi pasca bebas.

Melalui sosialisasi ini, Rutan Kelas I Tanjungpinang menegaskan kembali komitmennya mendukung program Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba. Lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan bebas narkoba jadi target utama demi keberhasilan pembinaan WBP.

Editor: Yudha