Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Seperti Mimpi, Pelatih SSB Kuansing Riau Ini Bisa Naik Haji
Oleh : Saibansah
Selasa | 05-05-2026 | 08:08 WIB
0505_jamaah-pelatih-sbb-riau1.jpg Honda-Batam
Jufriadi, warga Desa Sungai Paku, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau saat mendarat di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Keterbatasan fisik tak menghalangi langkah Jufriadi, warga Desa Sungai Paku, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, untuk menunaikan ibadah haji. Meski hanya memiliki satu kaki, ia tetap berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini.

Jufriadi tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Batam. Keberangkatannya memiliki makna mendalam karena ia menunaikan ibadah haji sebagai pengganti almarhum ayahnya.

"Sampai sekarang, masih terasa seperti mimpi. Tidak terlalu yakin bisa dipanggil ke sini. Tapi dengan kuasa Allah, akhirnya bisa berangkat," ujarnya saat ditemui di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Senin (4/5/2026)

Kondisi fisik Jufriadi berubah sejak 2004, setelah mengalami kecelakaan sepulang sekolah yang mengakibatkan kaki kanannya harus diamputasi. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan aktivitasnya.

Di kampung halamannya, Jufriadi dikenal aktif sebagai pelatih sepak bola. Ia melatih anak-anak di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tuah Degi, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. "Sehari-hari saya melatih SSB Tuah Degi di Desa Sungai Paku," katanya.

Menjelang keberangkatan, Jufriadi menyadari bahwa ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Ia pun melakukan persiapan secara mandiri dengan rutin berjalan kaki menggunakan kruk mengelilingi lapangan tempatnya melatih.

"Persiapan fisik paling jalan kaki keliling lapangan bola. Insya Allah saya yakin bisa menjalankan ibadah haji, Allah akan menguatkan," ucapnya.

Bagi Jufriadi, kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar. Ia pun telah menyiapkan doa-doa, baik untuk almarhum ayahnya maupun untuk sesama jemaah.

"Semoga amal ibadah diterima dan menjadi haji mabrur. Semoga semua jemaah sehat dan lancar dalam menjalankan ibadah," tuturnya.

Kisah Jufriadi menjadi inspirasi bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih panggilan ke Tanah Suci. Dengan tekad dan keyakinan, ia melangkah menuju Baitullah demi menggapai rida Ilahi.

Editor: Dardani