Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

42 Medali dari Keterbatasan, Atlet Renang Karimun Bersinar Tanpa Fasilitas Layak
Oleh : Freddy
Senin | 04-05-2026 | 14:48 WIB
42-medali.jpg Honda-Batam
Atlet renang Kabupaten Karimun kembali meraih 42 medali di ajang Pasifik Cup tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Kolam Renang Harapan Utama, Batam. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Atlet renang Kabupaten Karimun kembali menorehkan prestasi di ajang Pasifik Cup tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Kolam Renang Harapan Utama, Batam. Namun, di balik capaian 42 medali, terselip kritik tajam terhadap minimnya dukungan fasilitas dan perhatian pemerintah daerah.

Kontingen Karimun berhasil mengoleksi 13 medali emas, 18 perak, dan 11 perunggu. Prestasi tersebut dinilai kontras dengan kondisi pembinaan yang masih jauh dari ideal, terutama karena belum tersedianya kolam renang berstandar nasional di daerah tersebut.

Pelatih Klub Renang Kurau SC, Fadli Surahman, menegaskan capaian itu bukan hasil dari sistem pembinaan yang mapan, melainkan lahir dari keterbatasan. "Prestasi ini murni hasil kerja keras atlet dan pelatih. Namun, perhatian terhadap pembinaan olahraga masih belum maksimal," ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menyebut, hingga kini para atlet harus berlatih dengan fasilitas terbatas yang berdampak langsung pada kualitas persiapan menghadapi kejuaraan. Kondisi ini, menurutnya, tidak sebanding dengan potensi besar yang dimiliki atlet daerah.

Kritik serupa disampaikan pelatih Dolphin 86, Khairul Isman. Ia menilai kebutuhan dasar latihan pun belum terpenuhi secara optimal. "Kami berlatih dengan keterbatasan fasilitas dan waktu. Bahkan kebutuhan dasar latihan belum sepenuhnya tersedia, tetapi atlet tetap bisa berprestasi," katanya.

Sementara itu, pelatih Cheerful Swimming, Nita, menyoroti minimnya apresiasi terhadap capaian atlet. "Anak-anak sudah berjuang maksimal dan membawa hasil, tetapi perhatian yang diterima masih sangat minim," ujarnya.

Para pelatih menilai kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan kolam renang berstandar nasional dengan panjang 50 meter. Fasilitas tersebut dinilai sebagai fondasi utama pembinaan olahraga akuatik, bukan sekadar pelengkap.

"Kami tidak meminta berlebihan. Kolam 50 meter itu standar dasar. Jika tersedia, prestasi atlet Karimun bisa meningkat jauh lebih signifikan," tegas Fadli.

Desakan ini semakin menguat seiring penunjukan Karimun sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 serta partisipasi dalam Porprov Kepri di Tanjungpinang. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, target prestasi dinilai sulit dicapai secara berkelanjutan.

Fadli juga menyoroti perlunya keberpihakan nyata dari pemerintah daerah. "Perhatian kepala daerah dan pemangku kebijakan sangat kami harapkan, bukan sekadar wacana, tetapi kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan atlet dan pelatih," ujarnya.

Capaian 42 medali menjadi bukti bahwa potensi atlet Karimun tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun, tanpa perbaikan sistem dan dukungan fasilitas, prestasi tersebut dikhawatirkan hanya menjadi anomali, bukan awal dari pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Editor: Gokli