Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pensiunan PNS Kopassus Ini Tetap Bugar di Usia 75
Oleh : Saibansah
Jum\'at | 01-05-2026 | 12:08 WIB
pesiunan-TNI.jpg Honda-Batam
Koesdi Herikoesnadi tersenyum saat sudah sampai di Hotel Al Hayat Internasional, tempatnya menginap. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Usai sholat isya' di Masjid Nabawi, Selasa, 28 April 2026, seorang lelaki berambut putih mendekati Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani, menanyakan lokasi Hotel Al Hayat International Madinah.

"Mas, jalan ke Hotel Al Hayat Internasional itu arah mana?"

Pertanyaan seperti ini selalu diterima oleh para petugas haji selama di Madinah. Tidak hanya di Masjid Nabawi, tetapi juga di berbagai sektor kawasan Nabawi. Biasanya, para jemaah haji itu lupa akses jalan menuju hotel tempat menginap mereka.

Apalagi, mereka yang baru datang ke Kota Nabi ini. Maklum, akses pintu masuk Masjid Nabawi itu sangat banyak, lebih dari 100 pintu. Tapi yang terkenal adalah pinti King Fahd atau gate 21, pintu Babussalam menuju Raudhah, pintu Bab Al Baqi' menuju makam para sahabat Nabi Muhammad SAW dan pintu Bab Jibril.

"Loh, bapak tadi sama siapa ke Masjid Nabawi," saya bertanya untuk lebih mengakrabkan diri dengan pria yang ternyata telah berusia 75 tahun itu.

"Saya tadi berlima, tapi teman saya yang empat orang itu bawa hape dan pulang duluan, jadi saya ketinggalan, saya tidak bawa hape," tuturnya.

"Nama bapak siapa?"

"Koesdi Herikoesnadi."

"Asalnya dari mana, pak?"

"Asalnya Jawa Barat, tapi istri saya dari Madiun."

"Umur berapa sekarang, pak?"

"Tujuh puluh lima."

"Kerja di mana, pak?"

"Saya pensiunan PNS Kopassus di Cijantung."

"Oalaaah, patutlah, bapak masih gagah dan cepat jalannya."

"Yaa, waktu kerja dulu tiap hari lari pagi, jadi keterusan sampai sekarang."

Ternyata, kebiasaan olahraga selama bekerja di lingkungan markas pasukan khusus TNI AD itu membuat Koesdi Herikoesnadi tetap sehat, gagah dan kuat berjalan bolak-balik hotel ke Masjid Nabawi. Dan insyaAllah sampai nanti di puncak haji, yaitu wukuf di Arafah, lanjut bermalam di Muzdalifah dan melempar jumrah di Mina selama tiga hari.

Beruntung, malam itu saya berjalan dengan teman-teman sesama MCH (Media Center Haji). Yaitu, Ahmad Nuril Fahmi, wartawan Times Indonesia, Mahmud Ikhsan Fauzi, wartawan Metro TV, Muhammad Umar Fadlori, wartawan Berita Buana dan Brata Manggala Putra seorang influencer yang ahli IT.

Mereka sangat ahli membaca peta hotel di seputaran Masjid Nabawi. Juga, membaca barcode yang tertera di kartu identitas jemaah haji.

Sehingga, dengan mudah kami mengantarkan pensiunan PNS Kopassus itu ke hotelnya untuk beristirahat.

Senyum sumringah tersungging di wajah pria berusia kepala tujuh itu saat berpisah dengan kami.

Selamat beristirahat Koesdi Herikoesnadi.

Editor: Dardani