Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Amran Ungkap Impor Pangan Indonesia hanya 5 Persen dari 11 Komoditas
Oleh : Redaksi
Minggu | 26-04-2026 | 14:32 WIB
Amran_Sulaiman1.jpg Honda-Batam
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan dengan porsi impor sekitar 5% dari total kebutuhan konsumsi 11 komoditas strategis.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, definisi swasembada pangan yang digunakan mengacu pada batas maksimal impor sebesar 10%.

"Definisi yang kita sepakati, swasembada pangan adalah maksimal impor 10%, sementara kita hanya sekitar 5%," ujar Amran dilansir dari Antara, Sabtu (25/4/2026).

Ia memaparkan, total impor pangan strategis tercatat sekitar 3,5 juta ton dari total produksi dalam negeri sebesar 73 juta ton.

Jika dibandingkan dengan total kebutuhan konsumsi sekitar 68 juta ton, maka porsi impor berada di kisaran 5%.

"Kalau 3,5 juta ton dibandingkan produksi 73 juta ton, sekitar 4,8%. Jika dibandingkan kebutuhan 68 juta ton, sekitar 5% lebih sedikit," jelasnya.

Amran menambahkan, angka tersebut masih berada di bawah ambang batas swasembada pangan yang ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO).

Adapun impor 3,5 juta ton tersebut berasal dari tiga komoditas utama, yakni kedelai 2,6 juta ton, bawang putih 600.000 ton, serta daging ruminansia sekitar 350.000 ton.

Sementara itu, total kebutuhan konsumsi 11 komoditas pangan strategis mencapai 68,7 juta ton per tahun.

Komoditas tersebut meliputi beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, serta daging sapi atau kerbau.

Dari sisi produksi dalam negeri, keseluruhan komoditas tersebut mampu mencapai sekitar 73,7 juta ton per tahun.

Menurut Amran, beras masih menjadi komoditas utama dengan kontribusi terbesar terhadap konsumsi nasional, yakni mencapai 45,2% atau sekitar 31,1 juta ton.

Untuk menjaga ketersediaan, pemerintah terus memperkuat cadangan beras nasional. Bapanas mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah menembus lebih dari 5 juta ton per 23 April 2026.

Angka tersebut meningkat 264,2% dibandingkan posisi yang sama dua tahun sebelumnya yang sebesar 1,37 juta ton.

Jika dibandingkan dengan 23 April 2025 sebesar 3,01 juta ton, terjadi kenaikan 65,8%.

Amran menilai lonjakan stok ini mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras.

Selain itu, realisasi serapan beras dalam negeri oleh Bulog juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Hingga 23 April 2026, serapan mencapai 2,31 juta ton, melonjak 790% dibandingkan periode Januari-April 2024 yang hanya 259.900 ton.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 sebesar 1,78 juta ton, serapan tersebut juga meningkat 29,4%.

"Selama ini pangan sering diidentikkan dengan beras karena kontribusinya sangat besar dalam pola konsumsi masyarakat," kata Amran.

Ia menegaskan, ketersediaan pangan, baik karbohidrat maupun protein, saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Editor: Surya