Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tanam 1.000 Mangrove di Bintan, Upaya Perkuat Ketahanan Pesisir dan Lingkungan Wisata
Oleh : Harjo
Jum\'at | 24-04-2026 | 15:48 WIB
tanam-bakau2.jpg Honda-Batam
Sebanyak 1.000 bibit pohon bakau ditanam di sekitar Bandar Bintan Telani (BBT), kawasan Bintan Resorts Lagoi, Jumat (24/4/2026). (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir di Kabupaten Bintan terus digencarkan melalui aksi penanaman mangrove. Sebanyak 1.000 bibit pohon bakau ditanam di sekitar Bandar Bintan Telani (BBT), kawasan Bintan Resorts Lagoi, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah rehabilitasi ekosistem pesisir yang mengalami tekanan akibat konversi lahan dan pembangunan. Ketua Umum Forum Pelabuhan Sehat BBT Lagoi, Ray Manaek, mengatakan Indonesia telah kehilangan jutaan hektare hutan mangrove sejak 1980-an, dengan sekitar 700 ribu hektare di antaranya dalam kondisi rusak.

"Momentum Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April kami manfaatkan sebagai pengingat pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Penanaman 1.000 bibit mangrove ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan pelabuhan," ujarnya.

Menurut Ray, mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pesisir, mulai dari menahan abrasi, menyerap karbon, hingga menjaga keanekaragaman hayati di wilayah pantai.

Ia menambahkan, pengelolaan BBT sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara ke kawasan Bintan Resorts tidak terlepas dari tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Kegiatan penanaman ini melibatkan berbagai pihak, antara lain instansi CIQP, aparat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, kepolisian, pengelola kawasan pariwisata, karyawan, aktivis lingkungan, hingga pelaku industri wisata. "Keterlibatan lintas sektor mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan strategis seperti pelabuhan," tambahnya.

Kolaborasi tersebut juga mencakup dukungan penyediaan bibit mangrove, yang diharapkan mampu memperkuat implementasi program sekaligus membangun ekosistem kerja sama berkelanjutan.

Ray menegaskan, penanaman mangrove ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ia menekankan pentingnya pemantauan dan perawatan berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh optimal.

"Ke depan, langkah serupa perlu terus diperkuat untuk menghadapi tantangan perubahan lingkungan demi menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang," tutupnya.

Editor: Gokli