Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PUSKOPCUINA Perkuat Literasi Keuangan, Credit Union Jadi Pilar Kemandirian Masyarakat
Oleh : Irwan Hirzal
Rabu | 22-04-2026 | 16:08 WIB
RAT-Puscopcuina.jpg Honda-Batam
PUSKOP Credit Union Indonesia menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-37 Tahun Buku 2025 di Batam. (Foto: Irwan Hirzal)

BATAMTODAY.COM, Batam - PUSKOP Credit Union Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan anggota sebagai fondasi kemandirian ekonomi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-37 Tahun Buku 2025 yang digelar di Batam.

Mengusung tema "Bersama PUSKOPCUINA, CU Sehat, Anggota Sejahtera", forum ini menempatkan kesejahteraan anggota sebagai tujuan utama gerakan koperasi modern. Sebanyak 350 peserta dari 45 Credit Union primer dari berbagai daerah hadir untuk merumuskan strategi penguatan peran lembaga keuangan berbasis anggota tersebut.

Ketua Pengurus PUSKOP Credit Union Indonesia, Agustinus Alibata, menegaskan bahwa Credit Union tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat edukasi keuangan bagi masyarakat. "Credit Union ini bukan hanya bicara soal pinjaman, tetapi bagaimana anggota dibimbing mengelola keuangan secara benar supaya kehidupan keluarganya lebih terarah dan sejahtera," ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, setiap anggota didorong memiliki perencanaan keuangan yang sehat, mulai dari kebiasaan menabung, pengaturan pengeluaran, hingga persiapan dana masa depan. Menurutnya, pembentukan disiplin finansial menjadi kunci dalam menciptakan kemandirian ekonomi keluarga.

Melalui pendampingan berkelanjutan, anggota juga diajarkan membedakan kebutuhan dan keinginan, mengelola utang secara bijak, serta merencanakan pendidikan anak hingga masa pensiun. Pendekatan ini dinilai menjadikan Credit Union sebagai pilar penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dari sisi kelembagaan, PUSKOP Credit Union Indonesia saat ini menaungi lebih dari 659 ribu anggota di 20 provinsi dengan total aset mencapai Rp 9,4 triliun. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis kebersamaan.

"Yang kami bangun bukan hanya lembaga yang sehat, tetapi anggota yang sehat secara keuangan. Jika anggota kuat, maka keluarga kuat, dan pada akhirnya masyarakat menjadi lebih mandiri," tegas Alibata.

Dalam forum tersebut, peserta juga membahas penguatan layanan literasi keuangan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital guna memudahkan akses informasi terkait perencanaan keuangan pribadi maupun usaha mikro anggota.

Melalui langkah tersebut, PUSKOP Credit Union Indonesia berharap Credit Union terus menjadi mitra strategis masyarakat dalam membangun ekonomi yang tangguh. Di tengah tekanan ekonomi global, lembaga ini berupaya memastikan setiap anggota tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara bijak demi kesejahteraan berkelanjutan.

Editor: Gokli