Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Andalkan Layanan dan Akses Masuk, Kepri Bidik 2,7 Juta Kunjungan Wisatawan di 2026
Oleh : Aldy Daeng
Selasa | 21-04-2026 | 18:28 WIB
Nyanyang3.jpg Honda-Batam
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 2,5 hingga 2,7 juta orang pada 2026. Di tengah tekanan geopolitik dan tantangan ekonomi global, strategi difokuskan pada peningkatan kualitas layanan serta kemudahan akses masuk.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan pentingnya kesan pertama bagi wisatawan, terutama di pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara.

"Wisatawan harus disambut dengan pelayanan yang ramah, cepat, dan nyaman sejak pertama tiba. Ini menjadi prioritas kami," ujar Wagub Nyanyang, Selasa (21/4/2026).

Salah satu tantangan utama adalah aksesibilitas, ungkap Nyanyang, khususnya kenaikan harga tiket transportasi laut akibat lonjakan biaya bahan bakar. Rute dari Singapura dan Malaysia menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap arus kunjungan.

Pemprov Kepri telah berkoordinasi dengan operator kapal feri dan pengelola pelabuhan untuk meningkatkan layanan serta menekan kendala tersebut, guna menjaga daya saing sebagai destinasi wisata lintas negara.

"Untuk kenaikan harga tiket kapal, kami akan melakukan pertemuan lanjutan dengan operator kapal. Sehingga ditemukan sebab dan solusinya," ucapnya.

Selain itu, kata Wagub Nyanyang, pelayanan imigrasi juga menjadi sorotan setelah sempat muncul kasus yang berdampak pada citra pariwisata. Pemerintah kini mendorong penyamaan persepsi antarinstansi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Yang terpenting adalah memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan," katanya.

Kepri juga mengoptimalkan potensi wisata di Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang melalui berbagai agenda, dari event mingguan hingga tahunan. Upaya ini diharapkan mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

Di sisi kebijakan, lanjutnya, Kepri mendorong pemerintah pusat menghadirkan skema visa yang lebih fleksibel untuk menarik wisatawan dari pasar potensial seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

"Dengan dukungan kebijakan visa yang tepat, kami optimistis jumlah wisatawan akan meningkat dan memberi dampak ekonomi signifikan," ujarnya.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, Pemprov Kepri tetap optimistis sektor pariwisata dapat tumbuh berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, pelaku industri, dan dukungan kebijakan pusat.

"Dengan sinergi antara semua pemangku kepentingan serta dukungan dari pemerintah pusat, kami optimistis target pariwisata bisa tercapai," harapnya.

Editor: Yudha