Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Riset Dosen UIN Cirebon Tembus Jurnal Q1, Ungkap Potensi Obat dari Jamur Endofit
Oleh : Redaksi
Selasa | 21-04-2026 | 10:28 WIB
ilustrasi-riset.jpg Honda-Batam
Ilustrasi riset. (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Cirebon - Dosen Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon berhasil menembus standar riset global setelah mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi, Mycology: An International Journal on Fungal Biology. Publikasi tersebut terindeks Scopus Q1 dan Web of Science (WoS), yang merupakan kategori tertinggi dalam pemeringkatan kualitas penelitian dunia.

Artikel berjudul "Biosynthetic potential of endophytic fungi from tropical medicinal plants: genomic and metabolomic perspectives" ditulis oleh Laita Nurjannah dan Azmi Azhari. Penelitian ini mengkaji potensi jamur endofit --mikroorganisme yang hidup secara simbiotik di dalam jaringan tanaman obat tropis Indonesia-- sebagai sumber senyawa bioaktif bernilai tinggi.

Laita menjelaskan, riset tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Padjadjaran untuk memetakan potensi metabolit sekunder dari mikroorganisme tersebut. "Fokus penelitian ini adalah menemukan senyawa bioaktif seperti polipeptida, terpenoid, alkaloid, dan non-ribosomal peptide yang memiliki aktivitas biologis penting, mulai dari antibakteri, antidiabetik, antimalaria hingga sitotoksik atau antikanker," ujarnya di Cirebon, demikian dikutip laman Kemenag, pada Senin (20/4/2026).

Sementara itu, Azmi menambahkan bahwa keunggulan riset terletak pada penggunaan pendekatan teknologi mutakhir berbasis multidisiplin. Tim peneliti mengombinasikan metode genome mining menggunakan platform antiSMASH dan BiG-SCAPE, analisis metabolomik melalui LC-MS/MS dan jaringan molekuler GNPS, serta rekayasa genetika dengan aktivasi gen "diam" menggunakan teknik epigenetik hingga penyuntingan gen CRISPR-Cas9.

"Pendekatan terpadu ini membuka peluang ditemukannya senyawa baru yang sebelumnya tidak terdeteksi dengan metode konvensional, sehingga memberikan prospek besar bagi pengembangan bahan baku obat di masa depan," jelasnya.

Penelitian berskala nasional ini didukung oleh program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Keberhasilan publikasi di jurnal Q1 tersebut dinilai sebagai bukti transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi pusat riset yang kompetitif di tingkat global.

"Capaian ini menegaskan bahwa identitas kami sebagai Cyber Islamic University tidak hanya unggul dalam infrastruktur digital, tetapi juga dalam riset empiris yang diakui komunitas ilmiah internasional," kata Azmi.

Editor: Gokli