Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Fahri Hamzah Ungkap Ritme dan Strategi Prabowo Tingkatkan Kinerja Kabinet
Oleh : Irawan
Minggu | 19-04-2026 | 08:32 WIB
Fahri_hamzah_Gas_Polb.jpg Honda-Batam
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah dalam acara program Gaspol! di kanal YouTube Kompas.com pada Jumat (17/4/2026)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri hamzah mengungkap ritme kerja pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto kian cepat.

Tuntutan kinerja yang dibangun Presiden Prabowo Subianto, menurut Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman melampaui kebiasaan pemerintahan sebelumnya.

Sebab, ukuran keberhasilan bukan lagi sekadar proses administratif, melainkan hasil konkret yang bisa dirasakan langsung.

Dalam wawancara program Gaspol! di kanal YouTube Kompas.com pada Jumat (17/4/2026), Fahri menegaskan, bahwa standar kerja yang diterapkan Prabowo menuntut para pembantunya bergerak cepat sekaligus presisi dalam mengeksekusi kebijakan.

"Tuntutan untuk menjadi eksekutornya Pak Prabowo jauh lebih tinggi daripada presiden yang lain, karena standar Pak Prabowo sudah tinggi," ujar Fahri dikutip Sabtu (18/4/2026).

Ia menggambarkan, pendekatan tersebut menitikberatkan pada akuntabilitas berbasis hasil.

Para menteri dan pejabat pemerintah dituntut menghadirkan capaian terukur dalam waktu relatif singkat, bukan sekadar menyusun laporan atau menjaga loyalitas politik.

Kesempatan tersebut, Fahri Hamzah juga menyinggung keengganan Presiden Prabowo terhadap praktik laporan yang tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Menurut dia, budaya kerja yang dibangun menghindari apa yang ia sebut sebagai ‘asal bapak senang,’ termasuk penyampaian data yang tidak akurat.

"Presiden ingin semua bergerak cepat dan menghasilkan. Dia tidak ingin menterinya hanya 'omon-omon' atau melaporkan data palsu demi ‘asal bapak senang," kata Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 ini.

Dalam kerangka itu, evaluasi kinerja dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Setiap kementerian, kata Fahri, berada dalam tekanan untuk memastikan program-program pemerintah benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia menambahkan, gaya kepemimpinan Prabowo cenderung langsung dan berorientasi pada eksekusi.

Indikator keberhasilan, menurut Fahri, kini lebih banyak ditentukan oleh dampak kebijakan di lapangan ketimbang sekadar tahapan proses birokrasi.

“Yang dilihat sekarang adalah hasil akhirnya, apakah kebijakan itu benar-benar bekerja. Menurut saya negara sudah tertib, kira-kira gitu dan kita jangan rusak lagi yang sudah tertib ini, kira-kira begitu. Dan, jadwal politik udah selesai," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Fahri, biarkan negara ini punya jadwal yang kaitannya dengan pelayanan negara kepada rakyatnya.

Bahkan pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo, cenderung ingin membuat penyederhanaan sekarang, supaya rakyat juga bisa punya jadwal.

"Yang pengen sekolah, urus beasiswanya dan juga semua disiapkan oleh Pak Prabowo. Semua ada, sekarang anak-anak diurus gizinya, sekolahnya diatur,"  pungkasnya.

Editor: Surya