Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

FHTB 2026 Kembali Digelar, Jadi Pusat Inovasi Hospitality dan F&B di Indonesia Timur
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 17-04-2026 | 08:28 WIB
1704_FHTB-2026-Kembali-Digelar.jpg Honda-Batam
Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 --salah satu pameran internasional terdepan di sektor hospitality, pariwisata, serta makanan dan minuman (F&B) di kawasan Indonesia Timur. (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Bali - Ajang bergengsi Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) kembali hadir pada 2026 --sebagai salah satu pameran internasional terdepan di sektor hospitality, pariwisata, serta makanan dan minuman (F&B) di kawasan Indonesia Timur. Memasuki edisi ke-14, FHTB semakin menegaskan perannya sebagai platform strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis, inovasi, dan ekspansi industri.

Pameran ini akan berlangsung pada 28-30 April 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Selama tiga hari, FHTB 2026 menjadi pusat aktivitas bisnis yang mempertemukan pelaku industri dari dalam dan luar negeri, mulai dari pemasok global, pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (HoReCa), hingga buyer potensial, distributor, dan importir.

Portfolio Director FHTB, Meysia Stephanie, mengatakan ajang ini tidak hanya menampilkan produk dan layanan unggulan, tetapi juga menghadirkan tren terbaru seperti wellness tourism serta berbagai kompetisi kuliner bergengsi.

"FHTB 2026 akan menjadi panggung utama bagi pelaku usaha untuk memahami perkembangan industri hospitality dan F&B yang sangat dinamis. Ini juga menjadi kesempatan besar untuk ekspansi usaha dan menjalin kemitraan strategis," ujar Meysia melalui siaran pers, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, pertumbuhan sektor F&B dan pariwisata menunjukkan tren positif. Belanja konsumen di sektor F&B diproyeksikan tumbuh lebih dari 5 persen per tahun hingga 2030. Sementara itu, pasar pembelian tiket perjalanan global diperkirakan mencapai US$1.835,6 miliar pada 2031, dengan Indonesia diproyeksikan meraih pangsa hingga US$22 miliar pada 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat kenaikan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Hingga Desember 2025, jumlah kunjungan mencapai 1,41 juta atau naik 14,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bali sendiri menyumbang sekitar 5,25 juta kunjungan wisatawan asing atau lebih dari 44 persen total kedatangan internasional ke Indonesia.

Pada tahun ini, lebih dari 200 perusahaan dari 14 negara turut ambil bagian, menampilkan beragam produk mulai dari makanan dan minuman premium, perlengkapan hospitality, kopi, wine & spirits, hingga solusi kemasan dan kebutuhan retail.

FHTB 2026 juga menghadirkan berbagai program unggulan seperti The 13th Salon Culinaire Bali, Wine Masterclass, kompetisi barista perempuan, seminar industri, hingga workshop keberlanjutan. Salah satu sorotan utama adalah tren wellness tourism serta pengembangan pariwisata berkelanjutan.

President Bali Culinary Professional (BCP), Bayu Retno Timur, menyebut kompetisi memasak tahun ini kembali menghadirkan kategori bergengsi seperti Dewata Gastronomy Challenge yang sempat vakum sejak 2018. Kompetisi ini melibatkan tim lengkap dari chef, barista atau sommelier, hingga manajemen restoran atau hotel.

Selain itu, ajang Barista Female Creation menjadi ruang inklusif bagi barista perempuan untuk menunjukkan kemampuan di industri kopi. Kompetisi ini diikuti 12 peserta dari berbagai brand ternama di Indonesia.

FHTB 2026 juga menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan dengan menghadirkan produk ramah lingkungan, solusi efisiensi energi, serta inovasi pengelolaan limbah. Tren ini sejalan dengan meningkatnya perhatian global terhadap pariwisata berkelanjutan, yang diproyeksikan bernilai hingga USD 11,4 triliun pada 2032.

Beragam agenda seperti seminar, workshop, hingga business matching turut dihadirkan guna mendorong kolaborasi dan memperkuat daya saing industri hospitality Indonesia di tingkat global.

Calon pengunjung dapat melakukan pra-registrasi gratis hingga 22 April 2026 melalui situs resmi FHTB.

Editor: Gokli