Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Percepat Pengembangan Sepak Bola Putri, Indonesia-Prancis Luncurkan Program Next Goal
Oleh : Redaksi
Sabtu | 11-04-2026 | 13:08 WIB
RI-Prancis2.jpg Honda-Batam
Next Goal. (PSSI)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia dan Prancis memperkuat kemitraan strategis di bidang olahraga melalui peluncuran program Next Goal, sebuah inisiatif bersama yang difokuskan pada percepatan pengembangan sepak bola perempuan di Indonesia.

Program ini didukung oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Federation Française de Football, dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penguatan diplomasi olahraga, sejalan dengan momentum pasca Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 serta menjelang Piala Dunia FIFA 2026.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut baik kerja sama tersebut sebagai langkah konkret untuk mempercepat kemajuan sepak bola putri di Tanah Air. "Kami menyambut baik kolaborasi melalui program Next Goal ini sebagai langkah nyata percepatan perkembangan sepak bola perempuan di Indonesia. Kemajuan sepak bola tidak hanya diukur dari prestasi tim nasional, tetapi juga dari kesempatan setara bagi generasi muda, termasuk perempuan," ujar Erick.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Prancis menjadi peluang penting untuk memperkuat pembinaan pemain, pelatih, serta tata kelola sepak bola nasional. "Kerja sama ini menjadi momentum untuk belajar dari negara dengan tradisi sepak bola kuat, sekaligus memperkuat fondasi pengembangan sepak bola putri secara berkelanjutan," katanya.

Program Next Goal dirancang untuk menjawab berbagai tantangan struktural dalam sepak bola perempuan, seperti keterbatasan akses pelatihan, minimnya jalur karier profesional, serta rendahnya representasi perempuan dalam kepemimpinan olahraga.

Inisiatif ini juga merupakan kelanjutan dari program Bola d’Or Indonesia yang diluncurkan pada 2024, dengan fokus yang kini diperluas dari pencarian bakat menuju penguatan kapasitas sistemik.

Secara keseluruhan, program ini akan memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 500 peserta melalui berbagai kegiatan, mulai dari pengembangan pemain usia dini, pelatihan pelatih, hingga penguatan manajemen dan tata kelola olahraga.

Sebanyak 400 pemain putri usia 7–12 tahun akan terlibat dalam grassroots festival, sementara 19 pemain tim nasional U-17 putri akan mengikuti training camp bersama pelatih asal Prancis. Selain itu, sebanyak 60 pelatih akan mendapatkan pelatihan di Indonesia, dan lima pelatih terpilih akan mengikuti program pendalaman di Prancis.

Program ini juga mencakup pelatihan manajemen olahraga yang diikuti 25 peserta perempuan, dengan fokus pada kepemimpinan, administrasi, serta pengembangan struktur kompetisi sepak bola putri.

Sebagai bagian dari implementasi, kegiatan klinik pelatihan dan lokakarya manajemen olahraga akan digelar pada 11-12 April 2026 di Bandung, dengan menghadirkan instruktur dari akademi sepak bola Prancis, seperti Jean-Claude Lafargue dan Ludovic Debru, serta sejumlah pemain nasional, di antaranya Zahra Muzdalifah.

Selanjutnya, peserta juga akan mengikuti sesi pelatihan di pusat pelatihan nasional FFF di Clairefontaine, Prancis, pada 3-9 Mei 2026, termasuk kunjungan ke kantor federasi sepak bola Prancis dan FIFA di Paris.

Ke depan, program ini juga diarahkan untuk mendorong penandatanganan nota kesepahaman antara FFF dan Garuda Academy, sekaligus menyusun peta jalan kerja sama olahraga kedua negara.

Melalui program ini, Indonesia dan Prancis menargetkan penguatan fondasi sepak bola perempuan secara berkelanjutan, sehingga mampu bersaing lebih kompetitif di tingkat regional maupun internasional.

Editor: Gokli