Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus, Junjung Prinsip BETAH
Oleh : Redaksi
Selasa | 07-04-2026 | 16:08 WIB
Johnny-Eddizon.jpg Honda-Batam
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Divisi Humas Polri menegaskan komitmennya menjaga integritas dalam proses rekrutmen terpadu Polri Tahun Anggaran 2026. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, dalam kegiatan doorstop di Lobby Lantai 1 Divisi Humas Polri, Selasa (7/4/2026).

Dalam keterangannya, Johnny menekankan bahwa seluruh tahapan rekrutmen tetap berpedoman pada prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), sesuai arahan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. "Rekrutmen terpadu Polri mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Artinya seluruh proses dilakukan secara objektif, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Ia menegaskan, penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 hanya dilakukan melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa adanya kuota khusus. "Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus. Kami mengimbau peserta dan keluarga agar tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu," tegasnya.

Berdasarkan data, jumlah pendaftar calon Taruna-Taruni Akpol 2026 mencapai 7.988 orang secara daring. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya yang kini memasuki fase pemeriksaan administrasi.

Johnny juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen. Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, maupun melalui Bareskrim Polri dan kepolisian setempat.

"Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta bayaran, jangan ditanggapi. Apabila sudah terjadi, segera laporkan. Jika melibatkan anggota Polri akan diproses Propam, sedangkan masyarakat sipil akan ditindak sesuai hukum," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi jangka panjang Polri dalam mencetak calon pemimpin masa depan dengan proyeksi 25 hingga 30 tahun ke depan.

Selain itu, Polri terus melakukan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan di lembaga pendidikan kepolisian, termasuk Akpol, guna memperkuat nilai kepribadian serta menghapus praktik kekerasan, khususnya dalam relasi senior dan junior. "Sejak reformasi 1998, Polri mengedepankan kultur polisi sipil yang menjunjung hak asasi manusia, kemampuan komunikasi, serta pendekatan pelayanan yang humanis," ungkapnya.

Johnny mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung proses rekrutmen terpadu Polri sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Gokli