Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Komdigi-BPJS Kesehatan Siap Kolaborasi AI, Percepat Layanan Publik Berbasis Data
Oleh : Redaksi
Senin | 06-04-2026 | 15:08 WIB
komdigi-bpjs.jpg Honda-Batam
Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026). (Foto: Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan kesiapan pemerintah membangun kolaborasi pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) bersama BPJS Kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan publik berbasis data.

Menurut Nezar, pengelolaan data dalam skala besar seperti yang dimiliki BPJS Kesehatan tidak lagi dapat dilakukan dengan metode konvensional. Pemanfaatan teknologi AI dinilai menjadi kebutuhan untuk memastikan layanan yang lebih cepat dan akurat.

"Pengelolaan data dalam skala besar tidak bisa lagi manual. Datanya besar dan bergerak cepat. AI menjadi kebutuhan agar layanan publik bisa lebih cepat dan tepat," ujar Nezar saat menerima Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyiapkan ekosistem pengembangan talenta melalui program AI Talent Factory untuk menjawab kebutuhan tersebut. Program ini dirancang untuk menghasilkan SDM unggul yang siap mengimplementasikan teknologi AI di berbagai sektor.

"Kami sudah punya AI Talent Factory. Kami siapkan talenta dari kampus-kampus terbaik, kami latih dengan use case nyata, dan didampingi mentor dari industri global," jelasnya.

Program tersebut melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia, serta didukung perusahaan teknologi global seperti Google, Apple, dan Amazon, serta institusi akademik internasional seperti Massachusetts Institute of Technology dan University of Oxford.

Nezar menilai kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dapat segera direalisasikan dengan memadukan data, kebutuhan kasus penggunaan (use case), dan talenta yang telah tersedia. "Kalau BPJS Kesehatan punya use case dan data, kami punya talenta dan ekosistem. Ini bisa langsung kita kerjakan bersama. Tujuannya jelas, layanan ke masyarakat harus lebih cepat, lebih akurat," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, mengungkapkan pihaknya telah mulai mengembangkan sejumlah pemanfaatan AI, seperti chatbot, analisis klaim, dan smart analytics. Namun, masih terdapat kendala dalam pengembangan model dan optimalisasi data.

"Kami sudah mulai bangun chatbot, analisis klaim, dan smart analytics. Tapi memang masih ada gap, terutama dalam pengembangan model dan pemanfaatan data," ujarnya.

Ia menambahkan, sistem yang ada saat ini belum sepenuhnya mampu memahami kebutuhan pengguna secara komprehensif. "Chatbot kami masih sebatas pengganti FAQ. Untuk klaim juga belum bisa membaca banyak variabel. Ini yang ingin kami tingkatkan agar layanan bisa lebih cepat dan akurat," jelas Setiaji.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas layanan BPJS Kesehatan yang lebih responsif, percepatan proses klaim, serta optimalisasi pemanfaatan data kesehatan guna mendukung kebijakan berbasis bukti.

Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas internal melalui transfer pengetahuan dan pengembangan talenta digital di lingkungan organisasi.

Editor: Gokli