Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Investasi Batam Melonjak, Pemko dan BP Batam Fokus Serap Tenaga Kerja Lokal
Oleh : Aldy Daeng
Senin | 06-04-2026 | 14:08 WIB
bp-pengusaha.jpg Honda-Batam
BP Batam saat menggelar pertemuan dengan para pengusaha dan sejumlah tokoh di Batam. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pertumbuhan investasi di Kota Batam menunjukkan tren signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam menegaskan komitmen agar peningkatan tersebut berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan bahwa percepatan investasi harus sejalan dengan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) setempat. "Batam harus tumbuh cepat, tetapi juga harus memastikan pertumbuhan itu memberi ruang sebesar-besarnya bagi tenaga kerja lokal," ujar Amsakar, belum lama ini.

Ia menegaskan, besarnya nilai investasi tidak boleh hanya tercermin pada angka, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Kita tidak ingin investasi hanya besar di angka, tapi kecil dampaknya bagi masyarakat," tegasnya.

Komitmen tersebut diperkuat oleh Wakil Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Ia menilai integrasi kebijakan investasi dan ketenagakerjaan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Kolaborasi ini penting agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Li Claudia.

Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemmy Francis, mengungkapkan realisasi investasi di Batam mencatat pertumbuhan rata-rata di atas 27 persen per tahun. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan strategis.

"Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Batam terus meningkat," ujar Fary.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan di sektor ketenagakerjaan, terutama terkait ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. "Pengangguran masih ada bukan karena lapangan kerja kurang, tapi karena mismatch antara keahlian dan kebutuhan industri," jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, menyampaikan pihaknya telah mengembangkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan (SIMNAKER) sebagai platform layanan berbasis data. "SIMNAKER menjadi fondasi sistem ketenagakerjaan yang modern, transparan, dan berbasis data," kata Yudi.

Melalui sistem ini, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan kerja serta layanan ketenagakerjaan secara cepat dan terintegrasi. "Semua informasi kini terhubung dan dapat diakses secara real time oleh masyarakat," tambahnya.

Di sisi lain, BP Batam juga mengembangkan platform Manajemen Talenta Batam (MANTAB) untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan tenaga kerja secara langsung.

Direktur Pengembangan KPBPB dan KEK BP Batam, Irfan Syakir Widyasa, menyebut sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. "MANTAB memastikan setiap investasi terkoneksi dengan talenta yang tepat," ujar Irfan.

Ia menambahkan, platform tersebut tidak hanya memetakan tenaga kerja, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi melalui sertifikasi. "Kita ingin tenaga kerja Batam tidak hanya siap kerja, tapi juga memiliki daya saing global," jelasnya.

Sinergi antara SIMNAKER dan MANTAB menjadi strategi utama dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi dan berkelanjutan di Batam. "Ini bukan sekadar program, tetapi sistem jangka panjang yang menyatukan data, pelatihan, dan penempatan kerja," tegas Irfan.

Pemerintah berharap penguatan sistem tersebut mampu memastikan pertumbuhan investasi di Batam berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM serta penyerapan tenaga kerja lokal. "Target kita jelas, Batam bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Amsakar.

Editor: Gokli