Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Desak PBB Usut Ledakan di Lebanon, Tiga Peacekeeper UNIFIL Asal RI Terluka
Oleh : Redaksi
Senin | 06-04-2026 | 09:28 WIB
UNIFIL-ilustrasi.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di wilayah El Addaiseh, Lebanon selatan, yang mengakibatkan tiga personel pasukan perdamaian Indonesia terluka saat menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Insiden tersebut menjadi kejadian serius ketiga yang menimpa personel Indonesia dalam kurun waktu sepekan terakhir. Pemerintah menilai, serangkaian insiden terhadap pasukan perdamaian itu tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.

"Serangan atau insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima. Situasi ini menggarisbawahi pentingnya penguatan perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah konflik yang semakin berbahaya," demikian pernyataan resmi pemerintah.

Indonesia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap seluruh insiden yang melibatkan UNIFIL. Selain itu, pemerintah juga mendorong agar segera digelar pertemuan negara-negara kontributor pasukan guna mengevaluasi kondisi keamanan serta memperkuat perlindungan bagi personel di lapangan.

Pemerintah menekankan pentingnya penyelidikan yang cepat, transparan, dan komprehensif guna mengungkap kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab. "Akuntabilitas penuh harus ditegakkan atas insiden ini," tegasnya.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan, seiring operasi militer yang terus dilakukan oleh Israel Defense Forces. Kondisi ini dinilai berpotensi memperburuk stabilitas kawasan sekaligus meningkatkan risiko terhadap keselamatan pasukan perdamaian PBB.

Indonesia kembali menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan peacekeepers merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang mengancam keselamatan mereka dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan harus diproses secara hukum.

Sebagai penutup, pemerintah menyampaikan doa dan harapan agar ketiga personel yang terluka segera pulih. Indonesia juga menyatakan solidaritas penuh kepada para korban beserta keluarga mereka.

Editor: Gokli