Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kardinal Suharyo Serukan Hemat Energi dan Gaya Hidup Minimalis
Oleh : Redaksi
Minggu | 05-04-2026 | 18:08 WIB
Uskup_Suharryo_Jakarta.jpg Honda-Batam
Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo memimpin misa Paskah, Minggu (5/4/2026) (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo memimpin misa Paskah yang dihadiri oleh ribuan umat Katolik di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Dalam perayaan Paskah 2026, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengusung tema 'Kepedulian kepada Keutuhan Alam Ciptaan'.

Melalui tema tersebut, Kardinal Suharyo menyerukan kepada umat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan merawat bumi sebagai bagian dari tanggung jawab iman.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi di bumi disebabkan oleh keserakahan manusia dan tidak adanya aksi solidaritas sesama manusia dalam menjaga kelestarian alam.

"Oleh karena itu, selama masih ada yang serakah, tidak ada yang solider dengan sesamanya atau solidaritas itu berkurang, kerusakan bumi ini adalah akibat dari semuanya itu. Maka ekologi integral atau pertobatan ekologis itu artinya adalah pertobatan moral, hati nurani. Itu yang paling penting," kata Kardinal Suharyo dalam konferensi pers di Katedral Jakarta.

Lebih lanjut, Kardinal Suharyo menekankan pentingnya menerapkan gaya hidup minimalis apalagi di tengah ancaman krisis energi dan ketidakpastian geopolitik global akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menurutnya, menghemat energi seharusnya sudah harus dilakukan, bukan karena adanya ancaman krisis energi.

"Mengenai hemat energi, tidak usah disuruh, tidak usah menunggu krisis kita mesti menghemat energi," ujarnya.

Suharyo menjelaskan konsep minimalis sejatinya bukan berarti hidup dalam kekurangan, melainkan hidup secukupnya.

Ia mencontohkan, istilah minimalis yang berasal dari dunia arsitektur yang menggambarkan sesuatu yang bersih, indah, dan semua kebutuhan terpenuhi tanpa adanya kelebihan.

Ia juga mengkritisi gaya hidup yang berlebihan sebagai bentuk yang dapat mengarah pada keserakahan.

"Jadi, kalau misalnya satu rumah ada kolam renangnya lima, itu pasti bukan minimalis. Itu pasti berlebihan, syukur-syukur kalau bukan serakah, tetapi hanya kaya saja," sebutnya.

"Kalau masih seperti itu, namanya serakah punya kekuatan entah apa untuk mendukung keserakahan itu, habislah apa, kemanusiaan kita menjadi semakin terbuka," lanjut Suharyo

Kardinal Suharyo lantas mengaitkan hal tersebut dengan konsep ekologi integral sebagaimana yang diajarkan oleh Paus Fransiskus.

"Kata kuncinya, kembali lagi, saya mengikuti apa yang dikatakan oleh pemimpin gereja, kata kuncinya adalah ekologi integral. Jadi, ekologi integral itu bukan sekadar masalah listrik, air, sampah, pohon, bukan hanya itu. Ekologi integral itu adalah ekosistem dunia. Kalau orang serakah, orang serakah ya, namanya saja tidak bagus," katanya.

Lebih lanjut, Kardinal Suharyo mengatakan bagi umat Kristiani momentum perayaan paskah mencerminkan perjalanan keluar dari kegelapan menuju terang, yang dapat dianalogikan dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

"Bagi umat Kristiani, Paskah itu selalu berarti eksodus keluar, keluar dari perbudakan menuju tanah terjanji, atau kalau lebih simbolik lagi, keluar dari kegelapan berjalan menuju terang," imbuhnya.

Tak lupa, Kardinal Suharyo mengajak umat Katolik untuk tetap hadir melayani dan berjuang meski dalam keadaan apa pun.

"Semangat Paskah mengajak, khususnya umat Katolik yang kami layani, di tengah-tengah keadaan seperti itu, keadaan seperti apa pun kita pasti harus tetap berjuang untuk teguh di dalam iman, kokoh di dalam harapan, dan tetap menyala di dalam kasih," tutupnya.

Adapun Misa Paskah di Gereja Katedral dibagi menjadi tiga sesi, yaki Misa Paskah Pontifikal hibrid pukul 08.30 WIB bersama Kardinal Ignatius Suharyo dan Kuria KAJ.

Misa Paskah Pagi-Misa Keluarga pukul 11.00 WIB dipimpin Romo Yohanes Deodatus, SJ, Misa Paskah Sore hibrid pukul 17.00 WIB dipimpin Romo Macarius Maharsono Probho, SJ.

Editor: Surya