Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

El Nino Tekan Volume Waduk di Batam, BP Batam Pastikan Pasokan Air Masih Aman
Oleh : Redaksi/Alex
Sabtu | 28-03-2026 | 13:48 WIB
waduk-kering.jpg Honda-Batam
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, saat meninjau langsung kondisi waduk pada Kamis (26/3/2026). (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mencatat penurunan signifikan volume air di sejumlah waduk akibat dampak fenomena El Nino. Hal ini terungkap saat Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, meninjau langsung kondisi waduk pada Kamis (26/3/2026).

Dua waduk yang mengalami penurunan cukup drastis yakni Waduk Sei Harapan dan Waduk Mukakuning. Dari hasil pemantauan, ketinggian air di Waduk Sei Harapan turun sekitar 51 sentimeter dari batas normal, sementara Waduk Mukakuning menyusut hingga 2,4 meter.

Ariastuty menjelaskan, penurunan ini dipicu berkurangnya curah hujan yang menyebabkan musim kemarau lebih panjang. "Fenomena El Nino berdampak pada minimnya intensitas hujan sehingga volume air waduk mengalami penurunan," ujarnya.

Selain itu, Waduk Nongsa juga mengalami penyusutan sekitar 1,2 meter dan menjadi perhatian serius BP Batam. Kendati demikian, Ariastuty memastikan pasokan air bersih kepada masyarakat masih dalam kondisi aman.

Menurutnya, suplai air tetap terjaga karena didukung kapasitas dari waduk lainnya, seperti Waduk Duriangkang, Waduk Tembesi, Waduk Sei Ladi, dan Waduk Rempang. "Setelah kami cek, ketahanan air di masing-masing waduk masih aman hingga empat sampai lima bulan ke depan," kata Ariastuty.

BP Batam juga telah menyiapkan langkah antisipatif apabila kondisi kemarau berkepanjangan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan pembagian suplai air (rationing) dengan skema yang terukur agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami terus memantau produksi dan kebutuhan suplai air sesuai kondisi yang ada. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan air selama musim kemarau ini," tambahnya.

Di sisi lain, Ariastuty juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan sekitar daerah tangkapan air. Cuaca panas disertai angin kencang dinilai meningkatkan risiko kebakaran yang mudah meluas.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering. Jika melihat tanda-tanda kebakaran seperti asap atau api kecil, segera laporkan kepada pihak berwenang," pungkasnya.

Editor: Gokli