Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 27-03-2026 | 12:08 WIB
Haryo-Limanseto1.jpg Honda-Batam
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus memantau perkembangan dinamika global yang diwarnai meningkatnya ketegangan geopolitik serta volatilitas pasar keuangan dunia. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa Pemerintah terbuka terhadap berbagai pandangan masyarakat sebagai bagian dari masukan dalam perumusan kebijakan.

"Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat. Namun, perlu kami tegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilien, ditopang oleh sejumlah faktor utama," ujar Haryo, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, stabilitas makroekonomi nasional masih terjaga dengan baik. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen (year on year), relatif tinggi dibandingkan negara selevel, sementara inflasi tetap berada dalam kisaran target 2,5+/-1 persen.

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini didukung oleh berbagai stimulus fiskal dan program bantuan sosial yang terus digulirkan Pemerintah.

Selain itu, sektor riil juga menunjukkan kinerja positif. Aktivitas manufaktur tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang mencapai 53,8 dan berada pada fase ekspansi, sekaligus menjadi level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Ketahanan fiskal turut diperkuat melalui kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang solid. Hingga Februari 2026, penerimaan pajak tumbuh 30,4 persen secara tahunan, didorong reformasi perpajakan serta implementasi digitalisasi melalui sistem coretax yang meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Di sektor pangan dan energi, Pemerintah mencatat penguatan signifikan. Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas utama serta membukukan surplus produksi energi melalui program biodiesel. Kondisi ini dinilai menjadi bantalan penting dalam menghadapi dampak gejolak global.

Pemerintah juga terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, peningkatan investasi, dan percepatan digitalisasi. Pengembangan kendaraan listrik dan energi baru terbarukan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Ke depan, Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai sekitar 5,4 persen dengan stabilitas yang tetap terjaga serta reformasi struktural yang terus berjalan. "Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global, sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan," ujar Haryo.

Editor: Gokli