Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemkab Anambas Harus Lebih Serius Tangani Infrastruktur
Oleh : em/dd
Sabtu | 15-12-2012 | 11:39 WIB

ANAMBAS, batamtoday - Staf Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri Herie Saksono, menilai Pemkab Anambas perlu lebih serius untuk menangani masalah infrastruktur. Seperti masalah infrastruktur pelabuhan bongkar muat barang dengan Pelabuhan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) masih satu.

"Pelabuhan Tarempa tidak ada gudang penyimpanan barang serta bongkar muat yang masih menggunakan manual alias tenaga kuli pelabuhan, bukan menggunakan alat berat. Sehingga hal ini akan membuat harga barang-barang pokok di Anambas akan tetap melambung karena ongkos bongkar muat barang mahal," kata Herie kepada wartawan baru-baru ini.

PR yang kedua, kata Herie, adalah kurangnya penyiapan SDM. Ia menyarankan adanya Sekolah Menengah Kejuruan khusus untuk menangani perikanan dan kelautan yang akhirnya bisa mengahasilkan tenaga muda trampil dan siap pakai.

Ia juga mengatakan Pemkab Anambas masih harus menata regulasi daerah dan menjalin kemitraan dengan perusahaan yang ada di Anambas. Kemitraan tersebut bisa di jalin melalui pembagian dana CSR dari perusahaan kepada masyarakat Anambas.

"Jika hubungan antara pemda dengan perusahaan baik, melalui dana CSR bisa menyejahterakan masyarakat Anambas," katanya lagi.

Herie menambahkan, anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Anambas yang juga menjabat sebagai ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Hendrayana minta bantuan kepadanya untuk dibantu mengetahui potensi migas di Anambas. Lanjutnya, Hendrayana ingin tahun berapa penghasilan dari seluruh perusahaan migas yang ada di Anambas.

"Meskipun saya tidak bisa menjanjikan, saya akan berusaha memfasilitasi supaya potensi migas di Anambas bisa diketahui berapa sebenarnya," tambahnya.