Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BPTD Kepri Matangkan Angkutan Lebaran 2026, 14 Kapal Disiapkan Layani 20 Lintasan Penyeberangan
Oleh : Aldy
Sabtu | 14-03-2026 | 14:28 WIB
Frans-Deddy.jpg Honda-Batam
Kepala Seksi Sarana ASDP BPTD Kepri, Frans Deddy. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau memastikan berbagai persiapan angkutan Lebaran 2026 telah dilakukan sejak satu bulan sebelum Ramadan.

Persiapan tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama sejumlah instansi terkait guna menjamin kelancaran arus mudik di wilayah Kepulauan Riau.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) BPTD Kepri, Frans Deddy, mengatakan koordinasi lintas instansi telah digelar jauh hari sebelum masa mudik dimulai. Koordinasi tersebut melibatkan aparat kepolisian, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Jasa Raharja, hingga dinas perhubungan provinsi dan kabupaten/kota.

"Sejak satu bulan sebelum puasa kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti Polri, BPJN, Jasa Raharja, dinas perhubungan provinsi, serta dinas perhubungan kabupaten dan kota," kata Frans saat ditemui di Kantor ASDP Punggur, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan, sesuai arahan Menteri Perhubungan, penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini menitikberatkan pada aspek keselamatan penumpang. Oleh karena itu, sejumlah langkah pengawasan telah dilakukan, mulai dari ramp check terhadap kendaraan angkutan umum hingga pemeriksaan kapal beserta sarana dan prasarana penyeberangan.

"Keselamatan menjadi prioritas utama. Kami melakukan ramp check terhadap angkutan umum serta pemeriksaan kapal sesuai kewenangan kami," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat 18 kapal yang beroperasi di wilayah Kepulauan Riau. Namun saat ini baru 14 kapal yang dinyatakan siap beroperasi. Sementara empat kapal lainnya belum dapat dioperasikan karena kendala teknis maupun persoalan internal operator.

Untuk mengantisipasi keterbatasan armada, BPTD Kepri telah mengirimkan surat kepada operator agar menyiapkan kapal perbantuan. Salah satu kapal yang direncanakan membantu operasional berasal dari Sulawesi.

Namun, berdasarkan koordinasi dengan pemerintah pusat, kapal tersebut diperkirakan baru bergerak dari Sulawesi pada 19 atau 20 Maret 2026, sehingga kemungkinan baru dapat mulai beroperasi sekitar H+7 Lebaran.

Selain itu, BPTD Kepri juga menyiapkan alternatif dengan mengoperasikan kapal Senangin sebagai armada tambahan. Kapal tersebut saat ini melayani lintasan Punggur-Dabo-Kuala Tungkal dengan frekuensi dua kali dalam sepekan. "Ketika kapal tersebut sudah beroperasi secara reguler, maka dapat langsung melayani lintasan perbantuan Punggur–Kuala Tungkal," jelas Frans.

Untuk lintasan yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang seperti rute Punggur-TanjungUban, pelayanan penyeberangan akan dimaksimalkan. Saat ini terdapat lima kapal yang disiapkan untuk melayani rute tersebut.

Bahkan, sesuai arahan Gubernur Kepulauan Riau, pelayanan penyeberangan tetap akan dibuka hingga larut malam apabila masih terdapat penumpang yang menunggu keberangkatan. "Jika sampai pukul 24.00 masih ada penumpang, pelayanan tetap akan diberikan," kata Frans.

Sementara itu, pada lintasan antarkabupaten seperti Punggur-Kempang saat ini dilayani dua kapal. Sedangkan untuk lintasan Punggur-Kuala Tungkal tersedia satu kapal reguler dengan tambahan satu kapal perbantuan.

Secara keseluruhan, sebanyak 14 kapal yang telah beroperasi saat ini melayani sekitar 19 hingga 20 lintasan penyeberangan di wilayah Kepulauan Riau.

Frans mengakui jumlah kapal yang tersedia masih terbatas, khususnya untuk lintasan Punggur–Kuala Tungkal yang biasanya dilayani tiga kapal. "Secara logika memang masih ada kekurangan kapal. Namun kami berharap dengan adanya tambahan kapal yang direncanakan masuk sekitar tanggal 19 Maret, pelayanan dapat lebih optimal," ujarnya.

Editor: Gokli