Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polri Kerahkan 161 Ribu Personel Amankan Mudik Lebaran 2026, Layanan Darurat 110 Diperkuat
Oleh : Redaksi
Kamis | 12-03-2026 | 11:48 WIB
mudik-nasional.jpg Honda-Batam
Konferensi pers kesiapan pengamanan mudik nasional yang digelar di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Humas Polri)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya menghadirkan arus mudik Lebaran 2026 yang aman, lancar, dan responsif bagi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers kesiapan pengamanan mudik nasional yang digelar di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Wakapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan Polri menyiagakan sekitar 161.000 personel gabungan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran di seluruh wilayah Indonesia. "Polri juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik," ujar Dedi dalam konferensi pers tersebut.

Menurutnya, ratusan ribu personel itu akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga perayaan Idulfitri.

Selain pengerahan personel, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang tersebar di berbagai jalur utama. Pos tersebut terdiri atas 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu.

Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, seperti jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, kawasan wisata, hingga tempat ibadah yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat menjelang dan setelah Lebaran.

Dedi menegaskan, pengamanan mudik tahun ini tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas konvensional seperti one way atau contraflow, tetapi juga mengedepankan transformasi pelayanan publik melalui digitalisasi layanan darurat.

Ia menjelaskan bahwa layanan darurat 110 dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam melaporkan situasi darurat sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan. "Kami ingin memastikan kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit," jelasnya.

Layanan tersebut memungkinkan masyarakat yang mengalami keadaan darurat di jalur mudik --seperti kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan, atau kendala teknis kendaraan-- dapat langsung terhubung dengan command center Polda maupun Polres terdekat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan mudik nasional memerlukan integrasi layanan publik lintas kementerian dan lembaga.

Ia menyebutkan pemerintah juga menyiapkan sekitar 386 posko layanan komunikasi serta sekitar 2.700 pos layanan kesehatan untuk memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat selama perjalanan mudik.

Sinergi antara kesiapan pengamanan Polri, penguatan layanan darurat 110, serta integrasi layanan lintas sektor diharapkan dapat menciptakan sistem manajemen mudik yang lebih responsif.

Melalui pendekatan tersebut, Polri berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan tenang, sekaligus merasakan kehadiran negara yang sigap melindungi warganya selama perjalanan menuju kampung halaman.

Editor: Gokli