Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Moscow Fashion Week 2026 Angkat Isu Sustainability, Lebih dari 200 Desainer Tampil
Oleh : Redaksi
Rabu | 11-03-2026 | 13:48 WIB
MFW-2026.jpg Honda-Batam
Moscow Fashion Week kembali digelar pada 14-19 Maret 2026. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ajang Moscow Fashion Week kembali digelar pada 14-19 Maret 2026 dengan menyoroti tren penting dalam industri mode global, yakni keberlanjutan atau sustainability. Selain mempromosikan praktik mode ramah lingkungan, perhelatan ini juga memberi ruang bagi desainer muda dari berbagai negara, termasuk Asia.

Sejumlah label yang berpartisipasi dalam ajang tersebut menampilkan pendekatan produksi yang lebih bertanggung jawab. Praktik yang diusung antara lain penggunaan material inovatif yang dapat didaur ulang, penghindaran bahan berbasis hewani, hingga penerapan recycling dan upcycling dalam proses desain.

Salah satu contoh datang dari label Sol Selivanova Olga yang menerapkan konsep keberlanjutan dengan memperhatikan seluruh siklus hidup produknya. Pendekatan ini mencakup penggunaan kemasan yang dapat dipakai kembali serta pengolahan limbah produksi melalui studio kreatif dan proyek edukasi.

Sementara itu, brand Eulalique memanfaatkan sisa material koleksi musim sebelumnya untuk menciptakan koleksi baru. Beberapa label lain seperti Za_Za, 404 Not Found, the Vow, dan Duo juga memanfaatkan kain arsip serta material vintage yang diolah kembali menjadi desain kontemporer.

Advisory Board & Event Director Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma, yang menjadi tamu tetap dalam ajang ini, mengapresiasi komitmen kuat terhadap isu keberlanjutan di panggung mode Rusia. "Salah satu hal yang paling menarik perhatian saya adalah kuatnya fokus pada sustainability. Banyak desainer terlihat sangat serius memikirkan produksi yang bertanggung jawab, inovasi material, dan desain yang lebih sadar lingkungan," ujar Ali Charisma.

Ia menilai keberlanjutan bukan lagi sekadar tren global, tetapi telah menjadi arah penting bagi masa depan industri mode. Menurutnya, langkah para desainer Rusia yang mengadopsi pendekatan tersebut membuat karya mereka semakin relevan dan progresif.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga datang dari desainer internasional. Perancang asal Tiongkok D.Martina Queen yang sebelumnya merancang kostum untuk Beijing 2022 Winter Olympics akan menampilkan koleksi dengan material inovatif berupa bionic down-like filling, alternatif ramah lingkungan pengganti bulu alami.

Selain itu, label asal Spanyol Madame & Mister Sibarita menghadirkan konsep eco-fashion dengan penggunaan biomaterial serta vegan leather berbahan serat tomat. Pendekatan tersebut mencerminkan tren desain yang semakin mengedepankan tanggung jawab lingkungan.

Brand asal Tiongkok Xuaujin juga turut berpartisipasi dengan mengangkat perpaduan antara pelestarian alam dan warisan budaya tradisional. Desainer Xuaujin, Yan Haoyi, menjelaskan bahwa koleksinya menggunakan kain tradisional seperti Xiangyunsha atau tea silk serta egg white cloth, yang merupakan bagian dari kerajinan tangan komunitas etnis di Tiongkok.

"Dalam pemilihan material, kami menggunakan kain tradisional seperti Xiangyunsha dan egg white cloth yang diwariskan secara turun-temurun. Proses pewarnaannya menggunakan bahan alami seperti indigo dan tanaman botani lainnya," kata Yan Haoyi.

Lebih dari 200 desainer dijadwalkan tampil dalam perhelatan tahun ini. Sejumlah nama dari Rusia seperti Kisselenko, Xakama, Yana Besfamilnaya, Leffers, dan Sariné Saakian akan berbagi panggung dengan label internasional dari Turki, Spanyol, Tiongkok, serta berbagai negara lainnya.

Dengan keberagaman latar budaya para peserta dan meningkatnya perhatian terhadap praktik mode berkelanjutan, Moscow Fashion Week kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu platform penting bagi perkembangan industri mode global sekaligus ruang lahirnya talenta-talenta baru di dunia fashion.

Editor: Gokli