Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ekonomi Batam Melaju 6,76 Persen pada 2025, Investasi dan Industri Jadi Motor Pertumbuhan
Oleh : Redaksi/Alex
Selasa | 10-03-2026 | 12:08 WIB
pejabat-bp.jpg Honda-Batam
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala Li Claudia Candra serta jajaran pejabat di lingkungan BP Batam. (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Perekonomian Batam mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat setiap triwulan. Dengan penguatan investasi dan ekspansi sektor industri, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen secara tahunan (year-on-year), meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang hanya 3,27 persen.

Akselerasi pada akhir tahun tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang 2025 mencapai 6,76 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menembus Rp 253,64 triliun.

Sepanjang tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Batam memperlihatkan tren peningkatan yang konsisten. Pada Triwulan I, ekonomi tumbuh 5,17 persen, kemudian meningkat menjadi 6,66 persen pada Triwulan II, 6,89 persen pada Triwulan III, hingga mencapai puncaknya 7,49 persen pada Triwulan IV.

Kepala Badan Pengusahaan Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kuatnya peran sektor industri dan investasi sebagai penggerak utama ekonomi Batam. "Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak," ujar Amsakar.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pertumbuhan pada Triwulan IV menjadi sinyal bahwa investasi yang masuk mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil. "Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026," katanya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis menyebut peningkatan investasi yang mendekati dua digit menandakan Batam memasuki fase ekspansi kapasitas produksi.

Menurutnya, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi Batam dengan kontribusi 57,01 persen terhadap PDRB. Selain itu, sektor listrik dan gas tumbuh 11,90 persen, sementara sektor real estate meningkat 14,70 persen, yang menunjukkan semakin tingginya aktivitas industri serta pengembangan kawasan ekonomi.

Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat setiap triwulan serta dukungan investasi yang semakin kuat, Batam diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Editor: Gokli