Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kembangkan Talenta Semikonduktor, Pemerintah Target Latih 15.000 Insinyur Perkuat Industri Teknologi Nasional
Oleh : Redaksi
Sabtu | 07-03-2026 | 13:48 WIB
Talenta-Semikonduktor.jpg Honda-Batam
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi berbasis teknologi sebagai fondasi menuju visi Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperkuat pengembangan talenta nasional di sektor semikonduktor guna meningkatkan daya saing Indonesia di industri teknologi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan semikonduktor memiliki peran krusial dalam berbagai perangkat teknologi modern, mulai dari pusat data, kecerdasan buatan (AI), komunikasi nirkabel hingga elektronik otomotif.

"Semikonduktor merupakan 'otak' dari seluruh teknologi modern. Permintaan global terhadap semikonduktor diproyeksikan mencapai USD1 triliun pada 2030, didorong oleh pertumbuhan data center dan AI, komunikasi nirkabel, serta elektronik otomotif," ujar Airlangga dalam keynote speech pada Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, ekonomi digital global diperkirakan mencapai USD 16 triliun pada 2030. Sementara itu, ekonomi digital Indonesia telah menembus USD100 miliar dan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Airlangga, dengan lebih dari 230 juta pengguna internet serta tingkat penetrasi mobile yang melampaui 100 persen, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pasar digital. Namun, ia menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi.

"Indonesia tidak boleh berhenti sebagai pengguna teknologi. Kita harus menjadi pencipta teknologi melalui penguasaan ekosistem semikonduktor nasional," katanya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah melalui Danantara Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi global Arm Ltd. untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional.

Kemitraan tersebut membuka akses bagi Indonesia terhadap intellectual property serta ekosistem desain chip global. Dengan pendekatan fabless design, Indonesia dapat merancang chip di dalam negeri sementara proses produksi dilakukan melalui fasilitas fabrikasi global.

Kerja sama ini dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu akses terhadap teknologi intellectual property strategis, pengembangan talenta semikonduktor dengan target melatih 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm, serta pengembangan proyek khusus yang direncanakan menjadi tonggak industri teknologi nasional pada 2028-2029.

Airlangga menilai pendekatan tersebut penting agar Indonesia tidak hanya memiliki kapasitas produksi, tetapi juga menguasai inovasi dan kepemilikan teknologi. Ia juga menekankan peran penting perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi atau konsep triple helix.

Perguruan tinggi didorong untuk mengembangkan kurikulum semikonduktor dan desain chip, memperkuat laboratorium mikroelektronika, serta mendorong lahirnya startup berbasis desain chip dan Internet of Things (IoT). Selain itu, riset di kampus juga diharapkan semakin terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong integrasi pengembangan energi terbarukan sebagai fondasi digitalisasi. Menurut Airlangga, seluruh aktivitas digital memerlukan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.

Selain semikonduktor, Indonesia juga tengah mengembangkan berbagai sektor teknologi masa depan seperti bioteknologi serta konvergensi teknologi nano, bio, informasi, dan kognitif sebagai bagian dari revolusi industri berikutnya. "Melalui program Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026, kita memulai langkah penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi dunia, tetapi juga ikut membentuk masa depan teknologi global," kata Airlangga.

Ia pun mengajak para insinyur muda Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut sebagai langkah memperkuat kemandirian nasional di sektor teknologi strategis. "Ini kesempatan bagi para engineers untuk menunjukkan kemampuan mereka dan berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian Indonesia di sektor semikonduktor," ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, serta perwakilan industri teknologi nasional yang akan terlibat dalam program pengembangan talenta semikonduktor di Indonesia.

Editor: Gokli