Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PLN EPI Amankan Pasokan Gas 111 MMSCFD dari Lapangan Mako Natuna untuk Listrik Batam
Oleh : Aldy
Jum\'at | 06-03-2026 | 10:48 WIB
Gas-111-MMSCFD.jpg Honda-Batam
PLN EPI memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung selama 10 tahun, setelah proyek tersebut resmi mencapai tahap Final Investment Decision (FID). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung selama 10 tahun, setelah proyek tersebut resmi mencapai tahap Final Investment Decision (FID). Pasokan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat suplai energi primer bagi pembangkit listrik, khususnya di wilayah Batam.

Lapangan Gas Mako dioperasikan oleh West Natuna Exploration Limited (WNEL) dan berada di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter.

Pengumuman FID dilakukan di kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan dihadiri sejumlah pejabat serta pemangku kepentingan industri migas.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut persetujuan FID tersebut menjadi tonggak penting dalam peningkatan produksi gas nasional. "Persetujuan FID ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam upaya peningkatan lifting gas nasional," ujar Djoko, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, proyek ini merupakan langkah konkret dalam memanfaatkan sumber daya gas Natuna untuk kebutuhan domestik. Proyek Lapangan Mako telah melalui proses panjang sejak penandatanganan kontrak PSC pada 2007, penemuan gas pada 2017, persetujuan Plan of Development (POD) tahun 2019, revisi POD pada 2022, penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) pada 2025, hingga FID pada 2026.

"Dengan tahapan tersebut, proyek ini diharapkan mulai berproduksi pada 2027," jelasnya.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyambut baik keputusan investasi tersebut karena akan memastikan pasokan gas sesuai PJBG yang telah ditandatangani antara PLN EPI dan WNEL pada 11 Juli 2025. "Dengan tercapainya FID ini, target jadwal pasokan gas dalam PJBG dapat terpenuhi untuk memastikan kebutuhan gas bagi sektor kelistrikan, khususnya di Batam dan Sumatra Bagian Tengah," kata Rakhmad.

Ia menjelaskan, kebutuhan listrik di wilayah tersebut meningkat sekitar 12-15 persen per tahun dan sebagian besar dipenuhi oleh pembangkit berbasis gas. Di sisi lain, pasokan gas dari daratan Sumatra terus menurun sehingga suplai dari wilayah Natuna menjadi sangat penting untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Untuk mendukung distribusi gas tersebut, PLN EPI juga membangun pipa WNTS-Pemping yang akan menyalurkan gas dari Natuna ke sistem kelistrikan Batam. "Dengan adanya pipa WNTS-Pemping, pasokan gas dari WK Duyung ini akan menjadi awal dari potensi pasokan gas lain dari wilayah Natuna," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, mengatakan pembangunan pipa WNTS-Pemping yang telah dimulai melalui peletakan batu pertama pada 10 Februari 2026 saat ini terus berjalan sesuai rencana. "Pembangunan pipa WNTS–Pemping saat ini terus berprogres dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026. Infrastruktur ini akan menjadi penghubung penting dalam menyalurkan gas dari wilayah Natuna ke sistem kelistrikan Batam," ujar Erma.

Ia menambahkan, pengembangan infrastruktur gas tersebut juga sejalan dengan strategi transisi energi nasional yang mendorong penggunaan energi lebih bersih, efisien, dan bersumber dari dalam negeri. "Pengembangan infrastruktur gas ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," tutupnya.

Editor: Gokli