Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

ADAS di Mobil Modern, Lapisan Tambahan untuk Tingkatkan Keselamatan Berkendara
Oleh : Redaksi
Rabu | 04-03-2026 | 14:14 WIB
0403_adas-mobil-modern-2026.jpg Honda-Batam
Kehadiran Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem bantuan pengemudi canggih semakin dibutuhkan sebagai pendukung keselamatan aktif. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Keselamatan lalu lintas masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Data menunjukkan sekitar 94 persen kecelakaan dipicu faktor kesalahan manusia, baik di tingkat nasional maupun global. Mulai dari keterbatasan jarak pandang hingga lambatnya respons saat kondisi lalu lintas berubah cepat.

Di tengah situasi jalan yang kian padat dan dinamis, kewaspadaan pengemudi saja kerap belum memadai. Karena itu, kehadiran Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem bantuan pengemudi canggih semakin dibutuhkan sebagai pendukung keselamatan aktif.

Teknologi ini dirancang memberi peringatan dini hingga intervensi terbatas saat potensi bahaya terdeteksi.

Minimalkan Risiko dari Titik Buta

Salah satu risiko yang kerap terjadi saat berkendara adalah blind spot atau titik buta. Kondisi ini rawan memicu kecelakaan ketika pengemudi berpindah jalur, terutama di lalu lintas padat.

Melalui fitur blind spot detection, sistem akan memberi notifikasi jika ada kendaraan di area yang sulit terlihat, sehingga pengemudi memiliki waktu tambahan untuk mengambil keputusan dengan lebih aman.

Bantu Kendalikan Kendaraan di Situasi Cepat Berubah

Pergerakan arus lalu lintas yang dinamis menuntut respons akurat. ADAS bekerja dengan membaca kondisi sekitar kendaraan secara real time. Sistem ini membantu pengemudi menyesuaikan kecepatan serta menjaga jarak aman, tanpa menghilangkan kendali utama dari tangan pengemudi.

Dorong Pola Berkendara Lebih Stabil

Akselerasi dan pengereman mendadak tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga mengurangi kenyamanan. ADAS berperan membantu menjaga ritme berkendara tetap stabil dan konsisten, terutama saat perjalanan jarak jauh atau di tengah kemacetan.

Teknologi Pendukung, Bukan Pengganti

Dengan dukungan sensor, radar dan kamera, ADAS memantau kondisi sekitar kendaraan dan memberikan peringatan jika terdeteksi potensi bahaya. Meski demikian, teknologi ini bukanlah pengganti pengemudi.

Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia, Bernard Simanjuntak, menegaskan inovasi keselamatan yang dikembangkan Bosch bertujuan membantu pengemudi menghadapi berbagai kondisi jalan melalui sistem yang adaptif dan presisi.

"Pengembangan ADAS membutuhkan penelitian serta pengujian mendalam agar dapat bekerja sesuai karakteristik jalan di masing-masing negara," ujar Bernard dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, teknologi menjadi lapisan mitigasi risiko yang efektif, namun tetap memerlukan kesadaran dan tanggung jawab pengemudi.

Seiring meningkatnya adopsi fitur keselamatan aktif, ADAS diharapkan mampu membentuk perilaku berkendara yang lebih konsisten dan aman di tengah kompleksitas lalu lintas.

"Teknologi memegang peran penting dalam transformasi menuju sistem transportasi yang lebih cerdas, aman, dan terhubung," tambah Bernard.

Editor: Gokli