Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

SLB Tanjungpinang Kekurangan Tenaga Pengajar
Oleh : ah/dd
Kamis | 13-12-2012 | 15:52 WIB
guru_slb.jpg Honda-Batam
Ilustrasi aktivitas mengajar di Sekolah Luar Biasa.

TANJUNGPINANG, batamtoday - Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Tanjungpinang kekurangan tenaga pengajar (guru) sehingga berdampak pada lambatnya perkembangan anak didik.

Kepala SLB Tanjungpinang Riasnelly, membenarkan hal tersebut. Dari sekitar 38 guru dibagi menjadi beberapa tingkatan seperti SD, SMP, SMA, masing-masing guru juga diminta dapat berperan ganda.

"Disini kita lihat kelasnya, ada kelas Tuna Grahita, Tuna Daksa, Tuna Rungu, Tuna Netra dan kelas hiperaktif (autis), untuk guru bidang studi biasa 15-20 orang anak 1 guru, sementara untuk kelas Autis 12-15 anak 1 guru, agar dapat memantau tumbuh kembang anak didik," katanya.

Kondisi ini jelas sangat memprihatinkan bagi si-anak didik, dari sekitar 226 orang anak SLB Tanjungpinang, masing-masing anak jelas tidak bisa terpantau tumbuh kembangnya dalam menerima pendidikan.

Nelly berharap dan meminta juga para orang tua untuk dapat memaklumi segala kekurangan yang terjadi. Dia juga berusaha mengajukan tambahan guru ke Disdik Provinsi Kepri di awal tahun 2013, agar tidak ada lagi anak-anak didik yang terlantar atau tidak terpantau tumbuh kembangnya.

"Kami meminta para orang tua murid agar memkalumi kelebihan dan kekurangan kami sebagai pengajar, tapi yang pasti, kami selalu berusaha, dan juga meminta peran orangtua dalam mendidik anak di rumah agar bisa membantu pendidikanya" harap Nely.