Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lalu-lalang Truk Pengangkut Tanah dari Kabil ke Tanjunguma Resahkan Warga
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 28-02-2026 | 18:28 WIB
Truk-Tanah1.jpg Honda-Batam
Truk pengangkut tanah resahkan warga karena kerap ugal-ugalan di jalan raya. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Aktivitas pengangkutan tanah yang diduga dilakukan PT Sarana Usaha Gemilang (SUG) dari lokasi milik PT KCN Kabil Citra Nusa menuai sorotan. Kegiatan pemotongan lahan dan mobilisasi tanah itu disebut sudah berlangsung beberapa bulan terakhir dengan intensitas tinggi.

Seorang pekerja paruh waktu di kawasan tersebut mengungkapkan, aktivitas pemotongan dan pengangkutan tanah berjalan hampir tanpa henti. Namun, ia mengaku tidak mengetahui soal kelengkapan perizinan kegiatan tersebut.

"Saya nggak paham soal perizinan, saya hanya bekerja untuk menyambung hidup," ujar pria yang meminta namanya dirahasiakan.

Menurut dia, tanah hasil pemotongan lahan di kawasan Kabil diangkut ke wilayah Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja. "Yang saya tahu, tanah dibawa dari Kabil ke Tanjung Uma," katanya.

Ia menyebut, operasi berjalan selama 24 jam penuh. Jika cuaca mendukung dan tidak ada kerusakan armada, jumlah angkutan bisa mencapai ratusan truk per hari. "Kalau lancar, sekitar 400 sampai 500 truk dalam 24 jam," ujarnya.

Di lokasi, lanjut dia, sedikitnya 4 hingga 5 alat berat beroperasi setiap hari. Sekitar 50 unit truk disebut aktif mengangkut tanah, dengan mekanik disiagakan untuk mengantisipasi kerusakan alat berat.

Warga Resah, Truk Disebut Ugal-ugalan

Di sisi lain, aktivitas lalu lintas truk pengangkut tanah ini dikeluhkan pengguna jalan. Mereka menilai iring-iringan kendaraan besar tersebut kerap melaju ugal-ugalan, terutama pada malam hari.

Seorang pengguna jalan, Anto, mengaku kerap merasa waswas saat beriringan dengan rombongan truk tersebut. Ia menyebut para sopir seolah berlomba mengejar jumlah ritase.

"Mengerikan kalau rombongan truk itu sudah beroperasi, apalagi malam. Saya pulang salat tarawih dari kawasan Nagoya ke arah bandara, truk itu bisa zig-zag dari kiri ke kanan lajur jalan. Mereka seperti tidak peduli banyak pengendara motor," kata Anto, Jumat (27/2/2026) malam.

Anto juga mempertanyakan pengawasan dari instansi terkait, seperti Satlantas Polresta Barelang dan Dinas Perhubungan Kota Batam. Menurutnya, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tanah sudah berulang kali terjadi.

"Karena sudah banyak kejadian lakalantas, bahkan tidak sedikit yang meninggal. Kalau seperti ini, terkesan ada pembiaran," ujarnya dengan nada kesal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai legalitas kegiatan pengangkutan tanah tersebut.

Editor: Yudha