Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenperin Matangkan Talenta Vokasi Hadapi WorldSkills Competition 2026 di Shanghai
Oleh : Redaksi
Kamis | 26-02-2026 | 16:08 WIB
Vokasi-WorldSkills.jpg Honda-Batam
Persiapan talenta muda dari sekolah vokasi binaannya untuk berlaga pada WorldSkills Competition 2026 yang akan digelar di Shanghai, Tiongkok, pada 22-27 September 2026. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus mempersiapkan talenta muda dari sekolah vokasi binaannya untuk berlaga pada WorldSkills Competition 2026 yang akan digelar di Shanghai, Tiongkok, pada 22-27 September 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penguasaan sains serta teknologi guna mempercepat transformasi Making Indonesia 4.0.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pengakuan global atas kualitas lulusan vokasi Indonesia menjadi modal strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

"Indonesia perlu menanamkan semangat agar generasi muda tumbuh dengan motivasi menciptakan inovasi baru. Keikutsertaan talenta muda Indonesia dalam ajang kompetisi internasional menjadi ruang belajar yang berharga untuk meningkatkan semangat berinovasi," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kemenperin menggandeng PT Festo dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat persiapan menuju kompetisi keterampilan terbesar di dunia tersebut.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menyatakan bahwa persiapan dilakukan melalui kolaborasi terintegrasi, mulai dari seleksi talenta, penguatan kompetensi teknis, hingga pendampingan intensif peserta. "Kami memastikan ekosistem pelatihan yang diikuti siswa vokasi Kemenperin telah mengadopsi standar teknologi industri 4.0 tingkat dunia," katanya.

WSC merupakan ajang kompetisi internasional yang mempertemukan generasi muda, pelaku industri, pemimpin pendidikan, dan pemerintah dari berbagai negara untuk memajukan pendidikan dan pelatihan vokasi serta teknik. Pada WSC Shanghai 2026, salah satu bidang yang dipertandingkan adalah Industri 4.0, yang diikuti peserta dari 12 negara.

Doddy mengungkapkan, SMK-SMTI Padang dipercaya mewakili Indonesia pada bidang lomba Industri 4.0 dengan mengirimkan dua siswa terbaiknya. Penunjukan tersebut melanjutkan prestasi keduanya yang meraih Medallion for Excellence pada ASEAN WorldSkills Competition 2025 di Manila, Filipina.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, menilai WSC menjadi tolok ukur internasional dalam merevitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia. "WSC menjadi ajang untuk mengukur kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dan sarana prasarana SMK agar selaras dengan standar industri global. Indonesia rutin berpartisipasi dan kita akan bersiap menjadi tuan rumah pada ASEAN WorldSkills 2027," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, optimistis kedua siswa tersebut tidak hanya berpeluang meraih medali, tetapi juga membawa pulang keahlian tingkat tinggi yang dapat memperkuat struktur industri manufaktur nasional.

"Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi pembuktian bahwa ekosistem vokasi Kemenperin mampu menghasilkan smart talent yang siap menghadapi era manufaktur cerdas dan mendukung investasi industri masa depan di Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, Kemenperin juga mengirimkan dua siswa dari SMK-SMTI Pontianak pada WorldSkills Competition 2024 di Lyon, Prancis. Dalam ajang tersebut, tim Indonesia menempati peringkat ke-13 dari 21 negara peserta dan berhasil mengungguli sejumlah negara maju, antara lain Inggris, Jepang, Finlandia, Polandia, dan Korea Selatan.

Editor: Gokli