Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia-Jerman Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi dan Riset
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 20-02-2026 | 14:08 WIB
RI-Jerman2.jpg Honda-Batam
Mendiktisaintek Brian Yuliarto bersama Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Rabu (18/2/2026). (Foto: Kemdiktisaintek)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya penguatan kemitraan strategis Indonesia-Jerman di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan tenaga terampil.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Rabu (18/2/2026).

Brian menyatakan hubungan kerja sama Indonesia dan Jerman telah terjalin lama, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi dan riset. Ia mendorong peningkatan kolaborasi antarkampus melalui program joint degree maupun double degree.

"Kita memiliki sejarah panjang bersama. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut, termasuk pengiriman mahasiswa Indonesia ke Jerman. Saat ini, minat mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program internasional di Jerman terus meningkat," ujar Brian.

Ia juga mendorong perluasan program doktoral, pendanaan riset bersama, serta pertukaran akademisi untuk mendukung prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, energi terbarukan, air bersih, hilirisasi industri, digitalisasi, hingga pertahanan nasional.

Sementara itu, Ralf Beste menegaskan penguatan kerja sama pendidikan dan pertukaran mahasiswa menjadi salah satu prioritas utama Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. "Kami menganggap ini sebagai salah satu tugas utama kami di kedutaan, bagi atase sains, atase budaya, dan tentu juga bagi saya untuk meningkatkan pertukaran mahasiswa," kata Ralf.

Ia juga menyampaikan rencana kunjungan Presiden Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) yang sekaligus menjabat Rektor University of Cologne. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi forum diskusi dengan para rektor perguruan tinggi Indonesia guna memperkuat kerja sama institusional.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman, tenaga ahli menteri, serta perwakilan Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

Kemdiktisaintek menilai pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemitraan global di bidang pendidikan tinggi dan riset, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan di kedua negara.

Editor: Gokli