Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Forum Bisnis RI-AS Hasilkan Komitmen USD 38,4 Miliar, Prabowo: Indonesia Mitra Strategis AS di Asia Tenggara
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 20-02-2026 | 11:08 WIB
Forum-Bisnis-RI-AS.jpg Honda-Batam
US-Indonesia Business Forum di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., pada 19 Februari 2026. (Foto: Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia dan Amerika Serikat menandai babak baru hubungan ekonomi bilateral melalui Forum Bisnis Indonesia-Amerika Serikat (US-Indonesia Business Forum) yang menghasilkan komitmen perdagangan dan investasi senilai USD 38,4 miliar.

Forum yang digelar di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., pada 19 Februari 2026 tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto dalam rangka The Inaugural Meeting of Board of Peace serta penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam sesi roundtable bersama para pimpinan perusahaan dan asosiasi usaha Amerika Serikat, Presiden Prabowo menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta ekonomi kawasan.

"Bagi perusahaan-perusahaan Amerika, Indonesia bukan hanya pasar, tetapi juga basis produksi dan mitra strategis di Asia Tenggara. Skala kami sangat signifikan, demografi kami kuat, dan komitmen kami terhadap keterbukaan sangat kuat," ujar Prabowo.

Forum tersebut diinisiasi oleh U.S. Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan US-Indonesia Society. Kegiatan ini mempertemukan CEO perusahaan-perusahaan utama AS dengan delegasi strategis Indonesia guna mengamankan komitmen konkret dan terukur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan capaian forum bisnis tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha Amerika Serikat terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Amankan Pasokan Strategis

Di sektor pertanian, Indonesia berhasil mengamankan komitmen perdagangan jangka menengah hingga panjang senilai USD 4,5 miliar. Komitmen tersebut dinilai penting untuk menjamin pasokan bahan baku strategis bagi industri pangan, pakan ternak, dan tekstil nasional.

Langkah itu juga diyakini memperkuat stabilitas harga serta ketahanan pangan domestik, sekaligus menopang keberlanjutan industri hilir nasional.

Dorong Industri dan Teknologi Tinggi

Sementara di sektor industri, komitmen kerja sama mencakup penguatan kemitraan bisnis antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan US-ABC, pengembangan ekosistem semikonduktor, industri daur ulang tekstil (shredded worn clothing), serta pembangunan kawasan industri berbasis teknologi hijau dan inisiatif kawasan perdagangan bebas transnasional.

Kemitraan di sektor semikonduktor dinilai strategis karena membuka peluang pembangunan fasilitas wafer dan pengembangan ekosistem industri terintegrasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat transformasi Indonesia dari pasar konsumsi menjadi basis produksi berteknologi tinggi dan bernilai tambah.

Selain itu, kerja sama ini memperluas akses pasar produk manufaktur Indonesia, memperkuat daya saing industri padat karya, dan meningkatkan integrasi Indonesia dalam rantai pasok global Amerika Serikat.

Total Komitmen USD 38,4 Miliar

Secara keseluruhan, Forum Bisnis RI-AS 2026 mencatat total komitmen sebesar USD 38,4 miliar, terdiri atas USD 4,5 miliar di sektor pertanian dan sekitar USD 33,9 miliar di sektor industri.
Airlangga menegaskan, melalui skema reciprocal trade, Indonesia tidak sekadar membuka pasar, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi yang konkret bagi kepentingan nasional. "Indonesia mendapatkan kepastian akses pasar, jaminan pasokan bahan baku strategis, serta investasi teknologi tinggi. Pada saat yang sama, Amerika Serikat memperoleh mitra produksi dan pasar yang stabil, kompetitif, dan semakin indispensable dalam rantai pasok globalnya," ujar Airlangga.

Editor: Gokli