Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan Investasi PSN Wiraraja GESEIP Galang Batam di Washington
Oleh : Aldy
Kamis | 19-02-2026 | 13:48 WIB
galang-batam.jpg Honda-Batam
Penandatanganan sejumlah perjanjian bisnis strategis antara Proyek Strategis Nasional (PSN) WIRARAJA Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, dengan perusahaan Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026), di kantor U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan sejumlah perjanjian bisnis strategis antara Proyek Strategis Nasional (PSN) WIRARAJA Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, dengan perusahaan Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026), di kantor U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C.

Kerja sama tersebut menjadi babak baru kolaborasi industri berteknologi tinggi dan energi berkelanjutan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Penandatanganan dilakukan antara PT Galang Bumi Industri selaku pengelola PSN WIRARAJA GESEIP dengan mitra strategis asal Amerika Serikat, yakni Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation. Kesepakatan itu dituangkan dalam Joint Development Agreement yang ditandatangani pada 18 Februari 2026, termasuk perjanjian lanjutan dengan Tynergy Technology Corp.

Direktur Utama PT Galang Bumi Industri, Ahmad Ma'ruf Maulana, menyatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah konkret dalam mendorong hilirisasi industri berbasis energi hijau dan teknologi semikonduktor di Indonesia.

"Ekosistem yang dibangun dalam PSN WIRARAJA GESEIP mencakup hilirisasi kuarsa silika menjadi produk bernilai tambah tinggi, mulai dari pemurnian bahan baku kaca hingga produksi polysilicon untuk kebutuhan semikonduktor dan sel surya," ujar Ahmad.

Investasi Bertahap hingga USD 31,6 Miliar

Melalui Tynergy Group of Companies, pengembangan ekosistem hilirisasi akan dilakukan oleh PT Tynergy Technology Group Indonesia. Proyek tersebut meliputi pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia serta pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia.

Pada tahap awal, investasi yang digelontorkan mencapai USD 4,9 miliar. Apabila tahap pertama berjalan optimal, tambahan investasi sebesar USD 26,7 miliar akan direalisasikan untuk memproduksi ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi guna melengkapi siklus produksi semikonduktor secara terintegrasi di Indonesia.

Selain pengembangan manufaktur, kerja sama ini juga mencakup pembangunan infrastruktur kawasan industri di Galang, perluasan proyek energi terbarukan, pengembangan sumber daya manusia, serta riset dan pengembangan teknologi mutakhir.

Tynergy Technology Corp menargetkan investasi awal hingga USD 250 juta untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang dengan proyeksi penciptaan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil.

Untuk menjamin pasokan energi, Tynergy Group akan membentuk PT Energy Tech Indonesia guna membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion berkapasitas hingga 150 megawatt guna mendukung operasional kawasan industri.

Kolaborasi Dua Zona Ekonomi Bebas

Dalam rangka mempercepat transfer teknologi semikonduktor dan sel surya, Tynergy Technology Corporation USA juga menjalin kerja sama pengembangan antara Free Trade Zone Batam dan Foreign Trade Zone Arizona, yakni PSN WIRARAJA GESEIP di Galang dan Solanna Akimel 7 Technopark di kawasan metropolitan Phoenix, Arizona. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional antara kedua kawasan.

Kolaborasi ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan, sekaligus mendukung pengembangan pusat data berbasis kecerdasan artifisial (AI) serta agenda transisi energi berkelanjutan.

Presiden Prabowo menyambut baik penandatanganan perjanjian tersebut sebagai wujud konkret diplomasi ekonomi dan penguatan kemitraan strategis Indonesia-Amerika Serikat.

Investasi besar di sektor hilirisasi dan energi hijau itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing industri Indonesia di tingkat global.

Editor: Gokli