Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inacraft 2026 Dongkrak Penjualan IKM, Kemenperin Fasilitasi 8 Pelaku Kerajinan Tembus Pasar Global
Oleh : Redaksi
Selasa | 17-02-2026 | 13:28 WIB
Inacraft-2026.jpg Honda-Batam
Kemenperin memfasilitasi keikutsertaan industri kecil dan menengah (IKM) binaan pada ajang Inacraft 2026. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri kerajinan nasional melalui fasilitasi keikutsertaan industri kecil dan menengah (IKM) binaan pada ajang Inacraft 2026. Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara itu digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 4-8 Februari 2026.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa Inacraft merupakan momentum strategis untuk memperluas akses pasar dan memperkuat posisi produk kerajinan dalam negeri di pasar nasional maupun internasional. "Inacraft menjadi ajang strategis bagi pelaku usaha kerajinan untuk memperluas pasar. Fasilitasi dan pembinaan ini adalah bentuk apresiasi terhadap produk dalam negeri sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM," ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), Kemenperin memfasilitasi delapan IKM untuk tampil dalam satu area pameran terpadu. Delapan IKM tersebut yakni Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D'moroy.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan bahwa produk yang dipamerkan mencerminkan kualitas, inovasi, serta keberagaman budaya Nusantara. Produk tersebut meliputi kerajinan tanduk, aksesori, perhiasan mutiara, tas berbahan anyaman serat alam dan kulit, produk fesyen dan tenun, hingga kerajinan berbahan limbah kayu yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

"Kami berharap dukungan ini mampu mendorong IKM mencatat penjualan tinggi serta memperkuat posisi di pasar nasional dan global melalui ekspansi pasar," kata Reni.

Ia mengungkapkan, total transaksi delapan IKM binaan selama Inacraft 2026 mencapai Rp 338,16 juta. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan lokal sekaligus menegaskan efektivitas pameran sebagai sarana promosi dan uji respons pasar.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kemenperin, nilai ekspor kerajinan pada triwulan III 2025 mencapai USD 305,54 juta, meningkat signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar USD 173,5 juta. Reni menilai tren positif ini memperlihatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar global terus menguat.

"Bahan baku lokal yang dipadukan dengan sentuhan seni dan desain menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Kami mendorong pelaku IKM untuk terus menghadirkan inovasi dan karakter kuat agar semakin diminati pasar nasional maupun internasional," ujarnya.

Pada Inacraft 2026, penyelenggara mengusung tema Exploring and Celebrating Womenpreneurs sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam menggerakkan industri kreatif dan perekonomian nasional. Beragam agenda pendukung turut digelar, antara lain Inacraft Award, Digital Excellence Award, Womenpreneurs Award, Craft Talk dan Workshop, peragaan busana, serta pertunjukan seni. Salah satu IKM binaan Ditjen IKMA, PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara, berhasil meraih Inacraft Award 2026 kategori Natural Fibers.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menegaskan bahwa Inacraft menjadi momentum penting bagi IKM untuk naik kelas dan memperkuat daya saing industri kreatif nasional. "Kami terus menjalankan program pembinaan, mulai dari pengembangan dan diversifikasi produk, pendampingan sertifikasi dan standardisasi, hingga kesiapan ekspor agar IKM mampu bersaing di pasar global," kata Budi.

Ia menambahkan, keberhasilan IKM menembus pasar nasional dan internasional diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan industri kerajinan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Editor: Gokli