Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Bazar Imlek Tanjungpinang Catat Perputaran Uang Rp 20 Miliar, Dongkrak Omzet Ratusan UMKM
Oleh : Devi Handiani
Selasa | 17-02-2026 | 12:48 WIB
ansar-kepri.jpg Honda-Batam
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat menghadiri Perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di kawasan Jalan Merdeka, Tanjungpinang, Senin (16/2/2026). (Foto: Devi Handiani)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di kawasan Jalan Merdeka, Tanjungpinang, tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat kecil. Selama pelaksanaan Bazar Imlek, total perputaran uang tercatat mencapai sekitar Rp 20 miliar.

Kegiatan bertema Imlek Nusantara yang diselenggarakan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang-Bintan itu dipadati ribuan warga dari berbagai kalangan, Senin (16/02/2026). Sepanjang Jalan Merdeka tampak semarak dengan dominasi lampion dan ornamen merah yang menghiasi pusat kota.

Ketua Panitia Pelaksana, Rudy Santoso, menjelaskan bahwa bazar yang berlangsung selama satu bulan tersebut diikuti 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut capaian transaksi tahun ini menunjukkan perayaan budaya mampu menggerakkan ekonomi lokal secara nyata.

"Total perputaran uang selama Bazar Imlek mencapai sekitar Rp 20 miliar, dengan omzet harian pedagang berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Ini membuktikan bahwa perayaan budaya memiliki dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat kecil," ujar Rudy di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, perayaan tahun ini juga memiliki makna filosofis tersendiri. Memasuki Tahun Kuda Api dimaknai sebagai simbol semangat, kebebasan, dan optimisme menuju kesuksesan. "Kami memaknai pergantian tahun ini sebagai simbol pertumbuhan dan pendewasaan setelah melewati berbagai tantangan. Semangat kebersamaan inilah yang terus kami jaga dalam harmoni Imlek Nusantara," katanya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menjaga kerukunan antarumat beragama sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Tanjungpinang telah lama menjadi rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Momentum Imlek ini hendaknya semakin mempererat silaturahmi, semangat gotong royong, serta rasa saling menghormati di antara kita semua," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada 2025 mencapai 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas Tionghoa.

"Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 6,94 persen menjadi kebanggaan bersama. Ini menunjukkan kinerja ekonomi dan sosial yang sangat baik. Kami mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa dalam mendorong investasi dan pertumbuhan pendapatan daerah," kata Ansar.

Ia juga menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri telah mencapai 90,53 poin dan menempati peringkat ketiga nasional. Pemerintah daerah berharap semangat Imlek 2577 semakin memperkuat sinergi seluruh lapisan masyarakat dalam membangun daerah yang maju dan sejahtera.

Dengan capaian transaksi hingga Rp 20 miliar, Bazar Imlek di Jalan Merdeka tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Gurindam.

Editor: Gokli