Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenperin Gandeng Perusahaan Hungaria, Perkuat Daya Saing SDM Industri Menuju Pasar Global
Oleh : Redaksi
Selasa | 17-02-2026 | 10:48 WIB
agus-menperin1.jpg Honda-Batam
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Kemenperin)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional sebagai prioritas pemerintah dalam menghadapi persaingan ekonomi global yang semakin dinamis. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui kerja sama internasional yang terarah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara menjadi kunci untuk menarik investasi berkualitas, memperluas akses pasar, mempercepat industrialisasi, serta mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM.

"Kebijakan industri yang kuat perlu didukung oleh jejaring kerja sama internasional yang efektif agar potensi industri dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Sebagai implementasi strategi tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Markija Berdaya Bersama pada Selasa (10/2/2026). Perusahaan yang bermitra dengan industri di Budapest, Hungaria, itu berfokus pada peningkatan daya saing tenaga kerja dan profesional muda Indonesia melalui program magang industri dan peluang kerja di Eropa.

Kerja sama ini mencakup pemetaan keterampilan, kompetensi, dan karakter SDM sektor industri melalui asesmen menggunakan perangkat Practiwork yang dikembangkan di Hungaria. Pemetaan tersebut bertujuan menghasilkan profil kompetensi yang akurat dan berbasis data.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan keterserapan lulusan di dunia industri melalui kolaborasi berkelanjutan dengan pelaku usaha. Bentuk kerja sama meliputi penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, praktik kerja industri (prakerin), magang pengajar, penyediaan peralatan pembelajaran sesuai standar industri, hingga berbagai program kolaboratif lainnya.

"Kami menyadari bahwa keberhasilan penyiapan SDM tidak hanya bergantung pada kedekatan dengan industri, tetapi juga pada pemahaman mendalam terhadap minat, bakat, kemampuan, dan potensi peserta didik," ujarnya.

Uji coba pemetaan telah dilakukan terhadap masing-masing 50 peserta didik di empat unit pendidikan Kemenperin, yakni Politeknik AKA Bogor, Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, dan SMK-SMAK Bogor, yang juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Markija Berdaya Bersama.

Melalui hasil asesmen tersebut, peserta didik memperoleh rekomendasi jabatan yang sesuai dengan profil kompetensinya. Informasi ini menjadi dasar penting bagi institusi pendidikan maupun peserta didik dalam merancang pengembangan karier secara terarah.

Direktur Utama PT Markija Berdaya Bersama, Csongor Hunyar, menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang lebih terstruktur dan kolaboratif di Indonesia. "Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam penguatan pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya di bawah naungan Kementerian Perindustrian," katanya.

CEO Hungarian Practiwork, Akos Zsuffa, menambahkan bahwa pasar tenaga kerja yang kompetitif harus dibangun melalui pemetaan keterampilan yang objektif dan berbasis data. "Jika Indonesia ingin menciptakan tenaga kerja yang kompetitif, maka perubahan menuju asesmen yang objektif dan berbasis data menjadi kebutuhan mendesak," ujarnya.

Selain bermanfaat bagi peserta didik, perangkat Practiwork juga membantu perusahaan dalam menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan jabatan. Bagi lulusan tingkat akhir, hasil pemetaan dapat menjadi referensi dalam melamar pekerjaan yang relevan dengan kompetensi yang dimiliki.

Sekretaris BPSDMI, Sidik Herman, berharap kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan unit pendidikan yang lebih adaptif, berbasis data, serta berorientasi pada penguatan karakter dan kesiapan kerja lulusan. "Dengan demikian, unit pendidikan BPSDMI Kemenperin tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki arah karier yang jelas dan berdaya saing tinggi di dunia industri," ujarnya.

Editor: Gokli