Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Idulfitri 2026, Diskon Transportasi hingga Bantuan Pangan
Oleh : Redaksi
Kamis | 12-02-2026 | 15:48 WIB
Stimulus-Ekonomi.jpg Honda-Batam
Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah meluncurkan Program Stimulus Ekonomi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026 guna menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan mobilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Program tersebut mencakup diskon tarif transportasi, penerapan skema kerja fleksibel, hingga bantuan pangan bagi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan momentum libur besar keagamaan terbukti mampu menggerakkan aktivitas ekonomi, terutama sektor pariwisata dan transportasi. "Lebaran Idulfitri terbukti dalam periode yang lama, termasuk Nataru, meningkatkan mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,39 persen pada kuartal keempat," ujarnya dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Airlangga menjelaskan bahwa setiap periode HBKN selalu diikuti lonjakan mobilitas masyarakat serta peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di berbagai daerah. Pemerintah berharap stimulus yang disiapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama masa libur.

"Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran dan Idulfitri 2025 mencapai 154,62 juta orang, sedangkan libur Nataru 110,43 juta orang. Secara year on year pada 2025 mencapai 5,11 persen," jelasnya.

Dalam rangka Idulfitri 2026, pemerintah menyiapkan stimulus diskon tarif transportasi dengan total anggaran Rp 911,16 miliar. Diskon diberikan untuk berbagai moda transportasi, antara lain kereta api sebesar 30 persen untuk perjalanan 14-29 Maret 2026, angkutan laut PT Pelni sebesar 30 persen untuk perjalanan 11 Maret-5 April 2026, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan angkutan penyeberangan ASDP pada 12-31 Maret 2026. Selain itu, tiket pesawat domestik kelas ekonomi juga mendapatkan diskon sekitar 17-18 persen untuk periode 14-29 Maret 2026. Pembelian tiket diskon dapat dilakukan mulai 11 Februari 2026.

Pemerintah juga menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi ASN dan pekerja swasta guna mengoptimalkan pengelolaan mobilitas masyarakat selama masa libur.

Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan bagi sekitar 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total anggaran sekitar Rp11,92 triliun. Bantuan tersebut akan disalurkan sekaligus untuk dua bulan pada awal Ramadan.

Melalui pelaksanaan program ini, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih terkelola, aktivitas ekonomi daerah tetap terjaga, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap perekonomian nasional semakin meningkat.

"Kami harapkan seluruh unit usaha, termasuk BUMN dan sektor swasta yang menjalankan program diskon, dapat memastikan pelaksanaannya berjalan baik hingga tahap implementasi," pungkas Airlangga.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta jajaran pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Editor: Gokli