Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Insan Pers Jaga Kualitas Informasi di Era Digitalisasi dan Banjir Konten
Oleh : Redaksi
Senin | 09-02-2026 | 11:28 WIB
Meutya-Hafid3.jpg Honda-Batam
Menkomdigi Meutya Hafid, saat menghadiri Diskusi Film 3 Wajah Roehana Koeddoes di Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengajak insan pers menjaga kualitas informasi publik di tengah percepatan digitalisasi dan maraknya konten di ruang digital. Ia menegaskan bahwa kecepatan penyampaian berita harus diimbangi ketelitian, empati, serta tanggung jawab sosial agar ruang informasi tetap sehat dan beradab.

Ajakan tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri Diskusi Film 3 Wajah Roehana Koeddoes di Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026). Kegiatan itu mengangkat sosok Roehana Koeddoes, jurnalis perempuan pertama Indonesia sekaligus Pahlawan Nasional, sebagai inspirasi bagi dunia jurnalistik masa kini.

Menurut Meutya, tuntutan kecepatan dalam produksi berita sering kali mengurangi kedalaman dan kepekaan dalam penulisan. Kondisi tersebut berisiko melahirkan konten emosional, menyesatkan, serta merusak kualitas ruang informasi, terutama bagi generasi muda.

"Karena digitalisasi mengutamakan kecepatan, kepekaan dalam tulisan terasa hilang. Padahal dulu kami sangat mengutamakan rasa dalam sebuah tulisan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebebasan pers tidak pernah dimaksudkan untuk merendahkan martabat manusia maupun budaya bangsa. Meutya menilai tantangan ruang digital saat ini semakin kompleks karena banyak diisi konten yang kurang mendidik dan berpotensi berdampak negatif bagi publik.

"Media sosial dan media baru ini kemudian diisi dengan karya-karya yang justru tidak mendidik, bahkan sebagian merusak generasi muda," katanya.

Meutya juga menyoroti relevansi semangat Roehana Koeddoes sejak 1911 sebagai pengingat bahwa pers lahir sebagai sarana pendidikan dan pembebasan, bukan sekadar mengejar kecepatan dan sensasi. "Saat ini dengan digitalisasi, semua orang dan semua perempuan bisa menulis dan membuat medianya masing-masing," jelasnya.

Menjelang peringatan Hari Pers Nasional, Meutya mengajak media untuk kembali menempatkan data, empati, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi utama praktik jurnalistik. "Mari kita kembalikan karya-karya yang penuh rasa, penuh data, daripada emosi semata, dan meneruskan semangat yang telah dipelopori oleh Ibu Roehana Koeddoes," pungkasnya.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: