Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK Respons Rating Moody's Baa2 dengan Outlook Negatif, Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
Oleh : Aldy
Sabtu | 07-02-2026 | 11:48 WIB
Friderica-Widyasari.jpg Honda-Batam
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati keputusan Moody’s Investors Service yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, disertai perubahan outlook dari stabil menjadi negatif. OJK menilai afirmasi peringkat tersebut menunjukkan fundamental ekonomi nasional tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

OJK menyebut ketahanan ekonomi Indonesia didukung pertumbuhan yang relatif solid, kebijakan makroekonomi yang disiplin, serta stabilitas sektor jasa keuangan. Moody’s juga menilai perekonomian Indonesia tetap resilien berkat kekuatan struktural serta kebijakan fiskal dan moneter yang prudent.

Sejalan dengan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh 5,11 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. OJK menilai capaian tersebut mencerminkan kemampuan ekonomi nasional menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menjadi penopang di tengah dinamika global.

Prospek ekonomi nasional dinilai tetap positif dan berkelanjutan, didukung permintaan domestik yang kuat, kontribusi sektor keuangan yang stabil, serta kesinambungan agenda reformasi.

Pejabat sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan komitmen OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. "Ke depan, OJK akan secara konsisten menjalankan Program Prioritas 2026 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, serta pendalaman pasar keuangan secara terukur. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, mendukung pembiayaan Program Prioritas Pemerintah, serta memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor," ujar Friderica.

OJK menilai posisi Indonesia yang relatif lebih baik dibandingkan negara setara menjadi indikator kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan nasional. Untuk itu, OJK akan terus mendukung penguatan koordinasi nasional guna menciptakan kebijakan yang selaras dan konsisten.

Sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK juga berkomitmen memperkuat sinergi kebijakan bersama pemerintah dan otoritas terkait guna menjaga stabilitas sistem keuangan serta memperluas dukungan pembiayaan bagi pembangunan jangka menengah dan panjang.

Editor: Gokli