Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Komdigi Terbitkan 13 Seri Prangko Sepanjang 2026, Angkat Budaya hingga Peristiwa Kebangsaan
Oleh : Redaksi
Kamis | 05-02-2026 | 10:08 WIB
prangko-wayang.jpg Honda-Batam
Komdigi berencana menerbitkan 13 seri prangko sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif bangsa sekaligus merekam perjalanan sejarah Indonesia. (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana menerbitkan 13 seri prangko sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif bangsa sekaligus merekam perjalanan sejarah Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, prangko memiliki fungsi strategis sebagai dokumentasi perjalanan nasional yang sarat nilai budaya dan sejarah.

"Prangko kami tempatkan sebagai bagian dari upaya merawat cerita Indonesia tentang budaya, sejarah, dan jati diri bangsa. Prangko juga merupakan rekam jejak dari perjalanan bangsa yang terus harus kita jaga bersama," ujar Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).

Menurut Meutya, seluruh penerbitan prangko tahun 2026 disusun dalam satu rangkaian narasi yang mencerminkan kekayaan Indonesia dari berbagai sektor. "Melalui katalog Prangko 2026, kami menghadirkan rangkaian penerbitan prangko yang mencerminkan kekayaan Indonesia, mulai dari warisan budaya dan keragaman hayati hingga peristiwa kebangsaan dan kerja sama internasional," katanya.

Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi telah menyiapkan e-katalog Prangko 2026 yang memuat 13 seri penerbitan. Beberapa di antaranya meliputi Seri Tahun Kuda Api, Seri Wayang Pandawa Lima, Seri Buah-buahan, Seri Artefak dan Bangunan Bersejarah Kota Palembang, Seri Anak Indonesia Hebat, serta Seri Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2024-2029.

Selain itu, penerbitan prangko juga mencakup kerja sama bilateral Indonesia–Uruguay dan seri partisipasi Indonesia dalam pameran filateli internasional, seperti BOSTON 2026, MACAO 2026, BANDUNG 2026, dan PHILATAIPEI 2026.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Meutya menilai prangko tetap memiliki relevansi lintas generasi sebagai pengingat identitas nasional. "Prangko tetap memiliki peran sebagai penghubung antargenerasi dan sebagai pengingat akan identitas bangsa," tegasnya.

E-katalog Prangko 2026 dapat diakses melalui kanal digital resmi Kementerian Komunikasi dan Digital.

Editor: Gokli