Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Marga Suryasastra Kembali Pimpin FSP LEM SPSI Batam, Siap Perkuat SDM di Tengah Tantangan Industri
Oleh : Aldy Daeng
Rabu | 04-02-2026 | 18:08 WIB
FSP-LEM-SPSI-Batam.jpg Honda-Batam
Marga Suryasastra Kembali Pimpin FSP LEM SPSI Batam periode 2026-2031. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Musyawarah Cabang (Muscab) V Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kota Batam menetapkan kembali Marga Suryasastra sebagai Ketua DPC untuk periode 2026-2031.

Ia terpilih secara aklamasi dalam forum yang digelar di Hotel AP Premier, Jodoh, Selasa (3/2/2026). Dalam kepengurusan baru ini, Dedi Iswandi dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris.

Terpilihnya kembali Marga menandai keberlanjutan kepemimpinan yang menitikberatkan pada penguatan program kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta konsolidasi organisasi di tengah dinamika dunia industri yang kian menantang.

"Pada prinsipnya, kami akan melanjutkan dan memperkuat program-program yang sudah terbukti memberi dampak positif bagi anggota. Sementara program yang belum maksimal akan kami evaluasi. Kalau masih bisa diperbaiki, kami perbaiki dengan pendekatan baru. Kalau sudah tidak relevan, akan kami ganti," ujar Surya.

Ia menegaskan, seluruh program ke depan akan diselaraskan mulai dari tingkat pusat hingga unit kerja (PUK). Dalam waktu dekat, pihaknya berencana menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercap) guna menyamakan visi sekaligus memfinalkan program unggulan organisasi.

"Kami harus menyinkronkan program DPC dengan arah kebijakan DPP dan DPD, termasuk usulan dari PUK. Finalisasinya nanti dibahas di Rakercap, supaya langkah organisasi tetap satu jalur," tambahnya.

Surya menjelaskan, salah satu program unggulan yang disiapkan adalah peningkatan kompetensi pengurus dan anggota. Menurut Marga, perubahan regulasi ketenagakerjaan serta pesatnya perkembangan teknologi industri menuntut serikat pekerja untuk lebih adaptif.

"Dunia industri sudah masuk era 4.0 bahkan lebih. Peningkatan kompetensi ini penting agar pengurus dan anggota mampu mengikuti perkembangan tersebut, baik dari sisi pengetahuan hukum ketenagakerjaan maupun keterampilan yang relevan di lapangan," jelasnya.

Struktur Baru Lebih Ringkas dan Terkoordinasi

Sekretaris DPC FSP LEM SPSI Batam, Dedi Iswandi, menilai kepengurusan periode sebelumnya berjalan kondusif. Namun, evaluasi tetap dilakukan, terutama dalam pola koordinasi antarbidang.

"Ke depan, peran Wakil Sekretaris diperkuat untuk membantu Wakil Ketua Bidang. Struktur sekarang lebih ringkas, tapi sistem pelaporan dibuat terintegrasi supaya pengawasan organisasi lebih efektif," kata Dedi.

Ia juga menyoroti peningkatan keterlibatan perempuan dalam kepengurusan. Jika sebelumnya hanya satu orang, kini terdapat empat pengurus perempuan.

"Mayoritas pekerja di Batam adalah perempuan. Dengan keterlibatan lebih besar, kami harap edukasi dan pendampingan terhadap anggota perempuan bisa lebih maksimal," ujarnya.

Sekretaris Umum DPP SPSI, Andi Mulyadi, yang turut hadir, mengingatkan bahwa tantangan serikat pekerja ke depan tidak ringan, baik dari sisi eksternal maupun internal.

"Batam adalah kota industri. Peran serikat pekerja di sini sangat strategis. Tantangan eksternal ke depan adalah memperkuat komunikasi dengan para pemangku kepentingan seperti APINDO, pemerintah, BPJS, BP Batam, dan aparat terkait. Hubungan yang terbuka menjadi kunci penyelesaian persoalan perburuhan secara konstruktif," ujarnya.

Di sisi internal, ia menyoroti tren menurunnya jumlah anggota serikat akibat meningkatnya PHK dan pekerja berstatus kontrak. "Tugas kita adalah meningkatkan kembali keanggotaan dan mengedukasi buruh bahwa serikat pekerja penting untuk perlindungan dan kepentingan mereka sendiri," tegas Andi.

"Dengan kepengurusan baru, FSP LEM SPSI Batam diharapkan semakin solid dalam memperjuangkan hak pekerja sekaligus adaptif menghadapi perubahan industri yang terus bergerak cepat," sambung Andi.

Sementara itu, Bendahara Umum DPP SPSI, Arizal, menekankan pentingnya kedisiplinan iuran anggota (COS) sebagai fondasi kekuatan organisasi.

"Kekuatan serikat pekerja ada pada iuran anggota, bukan dari sumbangan luar. Semua kembali untuk kepentingan anggota," jelasnya.

Ia mengapresiasi DPC SPSI Batam yang dinilai tertib menjalankan mekanisme penyetoran iuran sesuai AD/ART. "Batam bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Semakin tertib dan besar iuran yang terkumpul, semakin kuat organisasi menjalankan program bagi anggota," tutup Arizal.

Editor: Yudha