Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rakernas Perdana, AMDATARA Mantapkan Arah Industri AMDK
Oleh : Redaksi
Rabu | 04-02-2026 | 08:48 WIB
0402_rakernas-perdana-amdatara.jpg Honda-Batam
Rakernas perdana AMDATARA, sebagai langkah konsolidasi organisasi, yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) perdana sebagai langkah konsolidasi organisasi, di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Forum ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan kebijakan strategis guna mendorong industri air minum dalam kemasan (AMDK) yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam samutannya, Ketua Umum AMDATARA Karyanto Wibowo mengatakan,dalam satu setengah bulan sejak berdiri, asosiasi ini telah menjalin dialog dengan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan.

"Dukungan pemerintah menjadi modal penting bagi AMDATARA sebagai mitra strategis," kata Karyanto.

Ia menambahkan, penguatan struktur organisasi di daerah menjadi prioritas. AMDATARA memperluas jaringan kepengurusan wilayah untuk memperkuat layanan kepada anggota dan memperlancar koordinasi dengan pemerintah daerah, mengingat sebagian besar pelaku usaha AMDK beroperasi di luar pusat.

Sebagai organisasi baru, AMDATARA memfokuskan penguatan pada dua aspek utama, yakni strategi komunikasi --termasuk pemanfaatan media sosial dan kolaborasi luring-- serta pembenahan sekretariat.

Rakernas perdana yang mengusung tema Rapatkan Barisan, Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Daya Saing ini membahas berbagai isu strategis industri, mulai dari regulasi, standar mutu, keamanan pangan, hingga keberlanjutan. Forum ini juga menjadi ajang penyatuan visi untuk membangun asosiasi yang inklusif, kolaboratif, dan berintegritas.

AMDATARA menilai penguatan internal organisasi, advokasi kebijakan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan --termasuk harmonisasi regulasi, standar nasional Indonesia, perizinan air, sertifikasi halal, dan tanggung jawab produsen-- serta peningkatan kompetensi anggota menjadi kunci penguatan industri AMDK.

Industri AMDK tercatat sebagai salah satu sektor paling dinamis di industri makanan dan minuman, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5-8 persen. Kapasitas produksi nasional mencapai 47 miliar liter per tahun, melibatkan lebih dari 700 perusahaan dan menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung.

Saat ini, AMDATARA menaungi lebih dari 80 perusahaan dengan sekitar 150 merek AMDK. Asosiasi yang berdiri sejak 2025 ini menegaskan komitmennya membangun ekosistem usaha yang profesional, inklusif, dan bertanggung jawab.

Rakernas I AMDATARA di Hotel Novotel Jakarta Pulomas turut dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta para pakar di bidang hidrogeologi, gizi, hidrasi sehat, dan teknologi pangan. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung industri AMDK nasional.

Editor: Gokli