Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Prabowo Soroti Krisis Sampah, Batam Dukung Gerakan Indonesia ASRI
Oleh : Aldy
Selasa | 03-02-2026 | 09:50 WIB
0302_amsakar-li-rakorna-2026.jpg Honda-Batam
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakli Wali Kota Li Claudia Chandra di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (Foto: istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Ia mengingatkan ancaman kelebihan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di berbagai daerah yang diproyeksikan terjadi pada 2028, bahkan bisa lebih cepat.

Rakornas yang dihadiri ribuan kepala daerah itu menjadi ajang konsolidasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program prioritas nasional. Wali Kota Batam Amsakar Achmad hadir bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Batam.

Untuk menekan krisis sampah, Prabowo menyampaikan rencana pembangunan 34 proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) di 34 wilayah. Proyek tersebut akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama dan ditargetkan beroperasi dalam dua tahun. Nilai investasinya diperkirakan mencapai hampir US$3,5 miliar.

"Ini investasi besar dan harus segera berjalan," kata Prabowo.

Ia menegaskan penanganan sampah tidak bisa dilakukan secara terpisah. Menurut Prabowo, keterlibatan lintas sektor diperlukan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, BUMN, hingga TNI, Polri, dan aparatur sipil negara.

Presiden juga mengaitkan persoalan sampah dengan keberlanjutan sektor pariwisata. Lingkungan yang bersih dinilai menjadi prasyarat utama pertumbuhan pariwisata yang berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja. "Tidak mungkin pariwisata berkembang kalau lingkungannya kotor," ujarnya.

Dalam forum tersebut, Prabowo meluncurkan rencana Gerakan Indonesia ASRI --Aman, Sehat, Resik, dan Indah-- yang ditujukan untuk membangun budaya bersih dan peduli lingkungan secara masif, mulai dari perkantoran, sekolah, hingga permukiman. Ia juga menyinggung persoalan estetika kota, termasuk maraknya spanduk dan baliho yang dinilai merusak tata ruang.

Menanggapi arahan Presiden, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan kesiapan pemerintah kota mendukung Gerakan Indonesia ASRI. Menurut dia, Batam sebagai kota industri dan pariwisata memiliki tanggung jawab besar menjaga kualitas lingkungan.

"Batam siap bergerak bersama pemerintah pusat melalui kolaborasi lintas sektor dan pengelolaan sampah yang lebih terpadu," kata Amsakar.

Ia menambahkan, penanganan sampah telah menjadi salah satu dari 15 program prioritas Pemerintah Kota Batam sejak awal kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra. Amsakar menyebut sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk penertiban baliho dan pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih.

Sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Rakornas 2026 digelar atas arahan Presiden untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah. Forum ini menjadi tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029.

Rakornas diikuti 4.487 peserta yang terdiri atas pimpinan kementerian dan lembaga, kepala daerah, pimpinan DPRD, serta unsur Forkopimda. Tahun ini, Kementerian Dalam Negeri mengusung tema penguatan sinergi pusat dan daerah dalam implementasi program prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Gokli